IDI Kecam Dokter di Bandung yang Perkosa Anak Kandung: Keanggotaan Bisa Dicabut

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandung, Arif Budiman, menanggapi kasus dugaan kekerasan seksual oleh seorang dokter umum di Bandung terhadap anak kandungnya yang masih balita. Arief menegaskan, pihaknya mengecam perbuatan tersebut.

"Kami IDI cabang Kota Bandung mengecam segala bentuk kekerasan seksual, terlebih terhadap anak, dan sangat prihatin atas dugaan kasus ini. Keselamatan dan pemulihan anak adalah yang paling utama," ungkap Arif kepada kumparan, Rabu (21/10).

Arif menyebut, pihaknya tengah mengikuti perkembangan proses hukum yang ada di Polda Jawa Barat. Menurutnya, IDI Kota Bandung siap berkoordinasi dengan kepolisian apabila dibutuhkan.

"Apabila terbukti bersalah, IDI melalui Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) akan melakukan pemeriksaan dan memberikan sanksi sesuai tingkat kesalahannya, mulai dari teguran, pembinaan, hingga pemberhentian sementara atau pencabutan keanggotaan IDI," ungkap dia.

Sementara itu, Ketua Umum PB IDI Arief Budiman menegaskan perbuatan dokter tersebut masuk ranah pidana. Pihaknya juga masih mengikuti perkembangan kasus tersebut.

“Itu kriminal,” kata Slamet saat dihubungi terpisah.

Sebelumnya, dokter umum berinisial IS diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya yang berusia 3,5 tahun. Menurut kuasa hukum ibu korban, Debi Agusfriansa, IS memiliki klinik mandiri dan apotek di Kota Bandung.

Ibu korban mulai curiga sekitar November 2025, setelah anaknya mengeluh sakit saat buang air kecil. Dari pemeriksaan medis, korban disebut mengalami luka pada organ intim. Hasil laboratorium dan visum, menurut Debi, juga menunjukkan korban terinfeksi gonore.

Ibu korban melaporkan dugaan tersebut ke Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Jawa Barat pada 28 September 2026. Pada hari yang sama, IS diduga membawa kabur korban tanpa izin ibunya. Keberadaan keduanya sempat tidak diketahui selama sekitar tiga pekan.

Pada Rabu (21/10), IS dan korban akhirnya diamankan di Polda Jabar. Debi membenarkan penangkapan tersebut. “Alhamdulillah pelaku sudah tertangkap,” ujarnya.

Debi menyebut korban masih trauma dan kini mendapat pendampingan dari UPTD PPA Jawa Barat. Kasus ini juga mendapat perhatian anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya. Ia sebelumnya meminta Direktorat PPA Polda Jabar segera melacak keberadaan terduga pelaku dan menyelamatkan korban.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kesaksian Penumpang KMP Batumandi: Kapal Penuh Asap, Nelayan Datang Menolong
• 18 jam lalu
0
thumb
Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna: Lebih Baik Orang Biasa tapi Bisa Diajak Kerja Sama
• 7 menit lalu
0
thumb
Erik ten Hag Sebut Cristiano Ronaldo Mengecewakan Manchester United, Ungkap Masalah Kebugaran dan Persiapan Fisik
• 7 jam lalu
0
thumb
Ada Bocoran Harga PS6 Bisa Tembus Segini
• 20 jam lalu
0
thumb
Chery Perkenalkan Chip Ziwei, C100 Punya Komputasi AI hingga 2.400 TOPS
• 47 menit lalu
0
Berhasil disimpan.