Pantau - Mantan pelatih Manchester United, Erik ten Hag, mengungkapkan bahwa Cristiano Ronaldo telah mengecewakan dirinya dan tim karena dinilai tidak memiliki kondisi fisik serta kesiapan yang memadai untuk menjalani musim 2022/2023 bersama klub berjuluk Setan Merah tersebut.
Ten Hag menilai kurangnya persiapan fisik menjadi salah satu penyebab penyerang asal Portugal itu kesulitan menunjukkan performa terbaiknya selama periode kedua bersama Manchester United.
Pernyataan tersebut disampaikan pelatih asal Belanda itu dalam wawancara dengan The Athletic yang dipublikasikan pada Rabu (21/10/2026).
“Dia mengecewakan tim dan juga mengecewakan saya, karena kami telah menyusun rencana dengannya,” kata Ten Hag.
Erik ten Hag Ungkap Penyebab Ronaldo Gagal Bersinar di Manchester UnitedCristiano Ronaldo kembali bergabung dengan Manchester United pada 2021 setelah sebelumnya meninggalkan Old Trafford untuk memperkuat Real Madrid pada 2009.
Dalam periode pertamanya bersama Manchester United, Ronaldo berhasil meraih tiga gelar Liga Inggris di bawah asuhan pelatih legendaris Sir Alex Ferguson.
Namun, perjalanan keduanya bersama klub tersebut tidak berlangsung sesuai harapan, terutama setelah Erik ten Hag ditunjuk sebagai pelatih pada Mei 2022.
Pada musim 2022/2023, Ronaldo hanya mencetak satu gol dari 10 penampilan di kompetisi Liga Inggris sebelum akhirnya meninggalkan Manchester United pada November 2022.
Ten Hag mengungkapkan bahwa dirinya telah beberapa kali melakukan pembicaraan langsung dengan Ronaldo untuk membahas performa dan perannya dalam permainan tim.
Menurutnya, salah satu persoalan yang dihadapi Ronaldo adalah kesulitan menempatkan diri di area yang tepat untuk menciptakan peluang mencetak gol.
“Berkali-kali saya katakan, ‘Ronnie, semua orang ingin bekerja untuk membawamu ke posisi yang tepat. Namun, bila kamu tidak bisa membawa dirimu sendiri ke dalam kotak penalti, kamu tidak akan bisa mencetak gol.’ Dia tidak mampu melakukan itu,” ujar Ten Hag.
Ten Hag Bantah Paksa Ronaldo Melakukan Tekanan BerlebihanErik ten Hag juga menanggapi anggapan bahwa dirinya menuntut Cristiano Ronaldo melakukan tekanan terhadap pemain lawan secara berlebihan selama pertandingan.
Ia membantah bahwa tuntutan untuk melakukan pressing menjadi penyebab utama permasalahan Ronaldo di Manchester United.
Menurut Ten Hag, persoalan yang lebih mendasar adalah kondisi kebugaran dan persiapan fisik sang pemain.
“Dia tidak berlari, baik saat tim menguasai bola maupun ketika tidak menguasai bola. Alasannya adalah karena dia tidak mempersiapkan dirinya dengan baik,” tutur Ten Hag.
Pelatih asal Belanda tersebut menilai kondisi fisik yang tidak optimal membuat Ronaldo kesulitan menjalankan peran yang diharapkan dalam sistem permainan Manchester United.
Meski menyampaikan kritik, Ten Hag tetap mengakui kualitas Ronaldo sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
Ia menegaskan bahwa keputusan yang diambilnya ketika menangani Ronaldo didasarkan pada pertimbangan profesional demi kepentingan tim.
“Saya sangat menghormatinya. Namun, saat itu, sebagai pelatih, saya harus mengambil keputusan rasional dan mempertahankan para pemain yang saya kagumi di dalam tim,” kata Ten Hag.
Ronaldo Bangkit Bersama Al-Nassr Setelah Tinggalkan Manchester UnitedSetelah berpisah dengan Manchester United pada November 2022, Cristiano Ronaldo melanjutkan kariernya dengan bergabung bersama klub Arab Saudi, Al-Nassr, pada Desember tahun yang sama.
Bersama klub tersebut, Ronaldo kembali menunjukkan produktivitasnya dalam mencetak gol.
Pada periode awal bersama Al-Nassr, penyerang asal Portugal itu berhasil mencetak 14 gol dari 16 penampilan di kompetisi liga hingga akhir musim.
Catatan tersebut menunjukkan Ronaldo kembali produktif setelah mengalami periode sulit bersama Manchester United.
Hingga Oktober 2026, Ronaldo yang telah berusia 41 tahun juga semakin mendekati pencapaian 1.000 gol sepanjang karier profesionalnya.
Berdasarkan catatan yang dilaporkan, Ronaldo hanya membutuhkan tambahan 19 gol untuk mencapai tonggak tersebut.
Ronaldo Dapat Sanksi dari Timnas Portugal Usai Berselisih dengan PelatihDi tengah perjalanan kariernya bersama Al-Nassr, Cristiano Ronaldo juga menghadapi persoalan dengan tim nasional Portugal.
Federasi sepak bola Portugal menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 30 hari kepada Ronaldo pada 19 Oktober 2026.
Sanksi tersebut diberikan setelah Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan tim nasional akibat perselisihan dengan pelatih Jorge Jesus.
Di level klub, Ronaldo dijadwalkan kembali memperkuat Al-Nassr dalam pertandingan Liga Arab Saudi pada 20 Oktober 2026.
Situasi tersebut menjadi bagian dari perkembangan terbaru perjalanan karier Ronaldo yang masih aktif bermain pada usia 41 tahun.
Erik ten Hag Kini Menjabat Direktur Teknik FC TwenteSementara itu, Erik ten Hag juga mengalami sejumlah perubahan dalam perjalanan karier kepelatihannya setelah menangani Manchester United.
Ten Hag ditunjuk sebagai pelatih Setan Merah pada Mei 2022 dan berhasil membawa klub tersebut finis di peringkat ketiga Liga Inggris pada musim pertamanya.
Namun, masa kepelatihannya di Old Trafford berakhir setelah Manchester United memecatnya pada Oktober 2024.
Setelah meninggalkan Inggris, Ten Hag sempat melanjutkan karier bersama Bayer Leverkusen di Bundesliga Jerman.
Perjalanannya bersama Leverkusen berlangsung singkat karena ia diberhentikan pada September 2025 setelah hanya memimpin tiga pertandingan.
Kini, Ten Hag menjabat sebagai direktur teknik FC Twente, klub yang berkompetisi di Eredivisie Belanda.
Meski telah meninggalkan Manchester United, Ten Hag kembali membahas pengalamannya menangani Cristiano Ronaldo dan menegaskan bahwa keputusan yang dibuatnya saat itu merupakan bagian dari tanggung jawab profesional sebagai pelatih.





Komentar (0)