Bank sentral Yaman perintahkan pembekuan 135 rekening terkait Houthi

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Istanbul (ANTARA) - Bank Sentral Yaman memerintahkan sejumlah bank dan perusahaan penukaran mata uang untuk membekukan rekening dan aset milik 135 individu, entitas, dan kapal terkait Houthi yang masuk ke dalam daftar teroris.

Menurut laporan kantor berita SABA, Selasa (20/10), bank sentral Yaman yang berkantor pusat di Aden itu mengeluarkan arahan berdasarkan perintah jaksa agung Yaman tertanggal 19 Oktober, guna membekukan aset milik pihak-pihak yang terkait dengan kelompok Houthi dalam dalam daftar tersebut.

Bank sentral Yaman juga melarang transaksi keuangan dan komersial dengan pihak-pihak yang tercantum dalam daftar, termasuk membuka rekening bank baru atau melakukan transaksi atas nama mereka.

Lembaga keuangan diperintahkan untuk mengidentifikasi dan melaporkan rekening, aset, serta transfer dana milik pihak-pihak yang tercantum dalam daftar tersebut kepada otoritas intelijen keuangan dan pemberantasan pencucian uang di negara tersebut.

Baca juga: Houthi serang pangkalan militer di Yaman tenggara, 73 tewas

Menurut SABA, daftar tersebut mencakup pejabat politik, militer, dan keamanan Houthi; pengusaha; sebuah perusahaan; serta lima kapal tanker minyak yang diidentifikasi oleh otoritas Yaman sebagai kapal penyelundup.

Bank sentral Yaman tidak mengungkapkan nama-nama pihak yang tercantum dalam daftar.

Sebelumnya, pada 11 Oktober, Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyetujui rancangan undang-undang (RUU) yang menetapkan Houthi sebagai "organisasi teroris" serta mengkriminalisasi kegiatan dan pendanaan kelompok tersebut.

Pemerintah juga menyerukan agar prosedur hukum dan konstitusional yang diperlukan untuk mengesahkan undang-undang tersebut segera diselesaikan.

Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan antara kelompok Houthi dan pasukan yang bersekutu dengan Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, yang didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi.

Yaman telah dilanda konflik sejak 2014, ketika kelompok Houthi merebut Ibu Kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Saudi kutuk serangan Houthi ke negaranya, tegaskan hak bela kedaulatan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tes Kepribadian: Gambar Pertama yang Kamu Pilih Bisa Ungkap Trauma Masa Kecil
• 1 jam lalu
0
thumb
Mengapa Denjaka Disebut Hantu Laut? Ini Sejarahnya
• 7 jam lalu
0
thumb
Laba Universal BPR Melonjak 115,61 Persen Jadi Rp18,3 Miliar hingga September 2026
• 12 jam lalu
0
thumb
Polisi Ungkap Bharada Andika Akui Perbuatan Usai Tembak Bharatu Valdo
• 30 menit lalu
0
thumb
Menteri Agama Yakin Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.