PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Universal mencatatkan kinerja keuangan yang gemilang dengan membukukan laba bersih sebesar Rp18,3 miliar hingga September 2026. Capaian ini meroket 115,61 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Direktur Utama Universal BPR, Reyhan Satyahadi, menyampaikan bahwa pertumbuhan laba yang signifikan ini diikuti oleh peningkatan aset dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Total aset bank meningkat 10 persen secara tahunan menjadi Rp2,4 triliun, sementara DPK tumbuh 18 persen menjadi Rp1,9 triliun.
"Pertumbuhan bagi kami bukan hanya tentang pencapaian angka, tetapi juga bagaimana memastikan bisnis berkembang dengan sehat dan memiliki relevansi jangka panjang," kata Reyhan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Fokus pada Kredit Produktif
Dari sisi penyaluran kredit, Universal BPR menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor riil. Lebih dari 86 persen pembiayaan diarahkan untuk kegiatan produktif, termasuk untuk kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha. Langkah ini merupakan bagian dari upaya bank untuk memperluas akses pembiayaan bagi para pelaku usaha.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Di tengah ekspansi kredit tersebut, kualitas aset tetap terjaga dengan baik. Rasio kredit bermasalah neto atau non-performing loan (NPL) neto Universal BPR tercatat sebesar 1,89 persen pada akhir September 2026. Perusahaan menegaskan selalu mengutamakan analisis kelayakan debitur, pemantauan kualitas portofolio, dan pengelolaan risiko dalam setiap penyaluran kredit.
"Kami terus melihat peluang untuk mengembangkan layanan, memperkuat kolaborasi, serta memperluas akses pembiayaan agar dapat memberikan nilai tambah bagi nasabah dan mendukung aktivitas ekonomi," ujar Reyhan.
Strategi Ekspansi dan Digitalisasi
Selain menyalurkan kredit secara langsung, Universal BPR juga mengembangkan kerja sama pembiayaan dengan BPR lain melalui skema sindikasi. Kerja sama ini ditujukan untuk memperluas peluang pendanaan bagi kegiatan usaha berskala lebih besar dengan tetap mempertimbangkan kelayakan bisnis dan risiko pembiayaan.
Memasuki tahun 2027, Universal BPR telah menyiapkan sejumlah inisiatif strategis. Perseroan akan mengembangkan Kredit Usaha Inklusif (KUI) serta layanan digital Universal Mobile Plus. Layanan digital ini direncanakan akan mencakup fitur pembayaran melalui QRIS, pembukaan rekening secara daring, dan pengelolaan deposito secara daring untuk meningkatkan kemudahan bagi nasabah.
Komentar (0)