IPB bawa mahasiswa internasional eksplorasi ekosistem laut Wakatobi

antaranews.com
11 jam lalu
Cover Berita
Bogor (ANTARA) - Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University mempertemukan 35 mahasiswa dari berbagai negara untuk mengeksplorasi ekosistem laut di Wakatobi Provinsi Sulawesi Selatan.

Koordinator Program "Kursus Musim Panas Internasional Ke-6 tentang Ekologi Laut Tropis" IPB University Dea Fauzia Lestari dalam keterangannya di Bogor, Jawa Barat, Rabu, mengatakan kegiatan itu dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai ekologi laut tropis dan konektivitas antarekosistem pesisir, mulai dari mangrove dan padang lamun hingga terumbu karang di wilayah kepulauan kecil dalam kawasan segitiga terumbu karang (coral triangle).

Melalui "Kursus Musim Panas Internasional ke-6 tentang Ekologi Laut Tropis" itu, IPB University menghimpun 24 peserta asing berasal dari Victoria University of Wellington (VUW), Selandia Baru (15 mahasiswa), China (5 mahasiswa) dan mahasiswa internasional IPB University (4 mahasiswa).

Mereka bergabung dengan 11 mahasiswa domestik dari IPB University dalam kegiatan kolaboratif ini.

Baca juga: IPB dorong energi terbarukan integrasi agrivoltaic dan e-mobility

"Program ini memadukan teori akademik dengan pengalaman lapangan secara langsung. Peserta mengikuti survei bawah laut, penilaian kesehatan ekosistem pesisir, serta interaksi dengan masyarakat Bajau di Sampela untuk memahami tata kelola kelautan dan keberlanjutan lingkungan,” kata Dea.

Selama kegiatan lapangan di Pulau Hoga dan wilayah sekitarnya, peserta mendapat pendampingan dari para pakar dan praktisi internasional, termasuk Prof James Bell (VUW), Mo Johnson (Operation Wallacea), serta dosen IPB University Dr Beginer Subhan dan Dr Dondy Arafat.

Selain memperkuat pengetahuan ilmiah dan teknik survei bawah laut (snorkeling dan penilaian cepat keanekaragaman hayati), program ini memberikan pengalaman langsung mengenai adaptasi di wilayah kepulauan.

Di tengah keterbatasan pasokan listrik, para peserta mempraktikkan konservasi sumber daya air tawar yang menjadi karakteristik pulau-pulau kecil terpencil.

Program ini menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis antara IPB University dan VUW. Summer course akan diselenggarakan secara rutin setiap dua tahun di Wakatobi. Peserta yang menyelesaikan seluruh kurikulum berhak memperoleh 4 SKS (140 jam pembelajaran).

Ketua Departemen ITK IPB University, Dr Syamsul Bahri Agus mengapresiasi keberhasilan program tersebut dan menekankan perannya dalam memperkuat posisi IPB University dalam jejaring riset dan pendidikan kelautan global.

Baca juga: IPB University kirimkan bantuan bibit cabai ke petani Merauke

Baca juga: IPB University kembangkan penanaman padi varietas unggul di Jombang

Baca juga: IPB University perkenalkan inovasi pakan fermentasi untuk sapi perah




Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Lupa Jumlah Rakaat Salat? Simak Bacaan dan Tata Cara Sujud Sahwi
• 18 jam lalu
0
thumb
Kronologi Terbakarnya KMP Batumandi, ASDP: Minta Maaf dan Penyebab Masih Didalami
• 9 jam lalu
0
thumb
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Korupsi Tunjangan Rumah DPRD
• 3 jam lalu
0
thumb
Anak Jalan Kaki Lapor Polisi Usai Ayah KDRT Ibu: Dipicu Masalah Telat Jemput
• 3 jam lalu
0
thumb
Karhutla Landa Sinjai Barat, BNPB: Tak Ada Korban Jiwa
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.