Ganjar Beri Saran ke Prabowo soal Karhutla, Anggaran Program Besar Dialihkan Saja

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pemerintah pusat mengalihkan sementara anggaran program-program berdana besar untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Usulan refocusing anggaran itu dinilai penting untuk mendukung operasi pemadaman hingga membantu warga yang terdampak kabut asap.

‎" Tidak kalah penting, adalah refocusing anggaran, alihkan untuk sementara waktu saja anggaran program berdana besar untuk Bencana Nasional Karhutla pada hari ini," kata Ganjar melalui akun Instagram resminya, Selasa (20/10/2026).

‎Ganjar menilai dana tersebut dapat digunakan untuk memberikan bantuan ekonomi kepada kelompok masyarakat rentan, termasuk pedagang dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang kehilangan aktivitas usaha akibat kabut asap.

‎Selain bantuan ekonomi, ia mengusulkan pemerintah menanggung biaya pengobatan warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap. Distribusi kebutuhan darurat, seperti masker dan oksigen, juga diminta dipercepat.

‎"Juga saya mengusulkan pemerintah menanggung biaya pengobatan warga yang terdampak, sekaligus mendistribusikan masker, oksigen, dan kebutuhan lainnya untuk warga yang terdampak," ujarnya.

‎Ketua DPP PDI Perjuangan itu juga meminta kepala daerah mempertimbangkan penghentian sementara pembelajaran tatap muka apabila kondisi udara membahayakan. Sebagai alternatif, sekolah dapat kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk melindungi siswa dari paparan partikel berbahaya.

Baca Juga: Ganjar Desak Prabowo Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Ini Alasannya

‎Ganjar turut mendorong pejabat kementerian dan lembaga terkait berkantor sementara di wilayah yang menjadi pusat karhutla. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu para pengambil kebijakan memahami langsung kondisi masyarakat sekaligus mempercepat keputusan penanganan darurat.

‎"Dengan merasakan sendiri sesaknya bernafas dalam kepungan asap dan mengetahui sendiri kondisi lapangan, insyaallah para pejabat akan lebih mengetahui tingkat urgensinya sehingga penanganan bisa jauh lebih cepat dilakukan," imbuhnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Singapura Telusuri Asap Karhutla Indonesia, Minta 7 Perusahaan Tangani Titik Api
• 12 jam lalu
0
thumb
Prabowo Terima Laporan Kunjungan Sekjen PBB António Guterres, Bahas Perdamaian Dunia hingga Palestina
• 20 jam lalu
0
thumb
CIMB Niaga (BNGA) Dikabarkan Kaji Opsi Delisting, Saham Dinilai Undervalued
• 1 jam lalu
0
thumb
Tak Hanya Bedah Rumah, Program Desa Dampingan Jateng Beri Modal Usaha
• 21 jam lalu
0
thumb
Manuver Hashim Jual Saham WIFI Harga Premium Rp 4,06 Triliun, RUPSLB Hari Ini
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.