CEO GoTo & Sekjen Komdigi Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Digital di Bali Tech Week 2026

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Dalam ajang Bali Tech Week 2026 yang dilaksanakan di Bali pada 19 Oktober kemarin, CEO Grup GoTo Hans Patuwo dan Dr. Ismail, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), membahas strategi untuk memperkuat ekonomi digital Indonesia.

Pada diskusi panel bertema “Southeast Asia as a Global Leader in Innovations”, keduanya menekankan bahwa perluasan konektivitas perlu dilanjutkan dengan pengembangan teknologi dan talenta yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.

Berdasarkan data Komdigi pada awal 2026, akses internet telah menjangkau sekitar 235 juta penduduk Indonesia atau 81,72 persen dari total populasi. Capaian tersebut menjadi fondasi penting, tetapi belum cukup untuk memastikan manfaat ekonomi digital dirasakan secara merata.

Pada diskusi panel tersebut, Dr. Ismail menyampaikan bahwa banyak negara sedang membahas nilai-nilai teknologi digital. Beliau menekankan pentingnya menyusun konsep tentang bagaimana Indonesia dapat menerapkan nilai ini untuk menciptakan kemakmuran dan mendorong perekonomian negara.

“Banyak negara sedang membicarakan nilai dari teknologi digital. Jadi, begitu kita membuat konsep tentang bagaimana kita membawa nilai ini untuk menciptakan kemakmuran dan mendongkrak perekonomian kita, hal ini merupakan hal yang sangat penting. Jadi, saya pikir sisi ini adalah tentang menyeimbangkan kepentingan nasional dan kepentingan regional. Ini sangat penting,” jelas Dr. Ismail, Sekjen Komdigi.

BACA JUGA:Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T, Capai 75 Persen Target 2026

Beliau juga menyampaikan bahwa pengembangan talenta merupakan salah satu isu krusial di kawasan ASEAN. Pasalnya, talenta merupakan fondasi utama dari inovasi yang menggerakkan perkembangan teknologi. 

Pernyataan tersebut menempatkan pembangunan digital bukan sekadar sebagai persoalan jaringan. Kesenjangan juga dapat muncul dari perbedaan kemampuan dalam mengadopsi teknologi, ketersediaan talenta, dan kesesuaian solusi dengan kebutuhan lokal.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi menjadi penting agar transformasi digital tidak hanya terpusat di kota atau pada sektor tertentu.

Dalam kesempatan yang sama, Hans Patuwo menyoroti pentingnya membangun teknologi AI untuk menjawab tantangan dan kebutuhan lokal.

Untuk menjawab hal tersebut, GoTo meluncurkan model bahasa besar atau LLM open source dengan 27 miliar parameter, yang dikembangkan secara khusus untuk memahami bahasa Indonesia serta sejumlah bahasa daerah, seperti Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.

“Indonesia telah memanfaatkan teknologi AI buatan luar negeri dengan baik. Namun, kita juga perlu mengembangkan AI buatan sendiri untuk menjawab tantangan dan kebutuhan lokal,” ujar Hans.

Menurut Hans, dengan peluncuran LLM ini, GoTo berupaya menjawab tantangan ini dengan mengembangkan AI yang relevan secara lokal bagi para pengguna kami. Membuka akses model ini kepada publik adalah cara kami berkontribusi untuk negara.

Kami ingin turut membangun fondasi pengembangan AI yang memahami konteks lokal dan dapat dimanfaatkan oleh siapa saja di Indonesia. LLM terbaru ini secara gratis bagi startup, pelaku bisnis, universitas, peneliti, maupun institusi publik untuk digunakan, dipelajari, dan diadaptasi.

Sebagai bagian dari penguatan talenta, GoTo mempekerjakan mahasiswa magang dari tujuh universitas yang tersebar dari Sumatera hingga Sulawesi, termasuk Universitas Udayana di Bali.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
5 Orang Ditetapkan Tersangka Blackout Batam-Bintan, 4 di Antaranya dari PLN
• 5 jam lalu
0
thumb
98 Resolution Network Paparkan Gerak Nyata 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
• 1 jam lalu
0
thumb
Polisi Tembak Polisi di Mako Polairud Tangsel, Kompolnas: Jangan Cuma Etik, Harus Sampai Pidana
• 10 jam lalu
0
thumb
Polwan Polda Metro Sambut Peserta Aksi dengan Spanduk dan Dialog Humanis
• 22 jam lalu
0
thumb
Prancis Dilanda Kerusuhan Parah, Perdana Menteri Minta Pemerintah Daerah Terapkan Jam Malam
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.