SpaceX dan Tesla masing-masing telah membentuk komite khusus independen untuk menjajaki potensi merger. Hal ini dikonfirmasi oleh Chief Executive Elon Musk.
IDXChannel - SpaceX (NASDAQ:SPCX) dan Tesla Inc (NASDAQ:TSLA) masing-masing telah membentuk komite khusus independen untuk menjajaki potensi merger. Hal ini dikonfirmasi oleh Chief Executive Elon Musk kedua perusahaan itu dalam panggilan pendapatan kuartal ketiga SpaceX.
Seperti dilansir dari Investing pada Rabu (21/10/2026), pernyataan tersebut seperti meresmikan spekulasi pasar yang telah berlangsung selama bertahun-tahun mengenai kemungkinan Musk menggabungkan kerajaan bisnisnya, sebuah langkah yang semakin nyata setelah akuisisi xAI oleh SpaceX pada Februari dan penawaran umum perdana (IPO) xAI pada Juni.
Musk menekankan bahwa meskipun direktur independen sedang mengevaluasi transaksi tersebut, negosiasi masih berada pada tahap awal dan belum ada jaminan kesepakatan akan tercapai. Berbicara kepada para investor, Musk mengakui posisinya sebagai pihak yang memiliki benturan kepentingan, seraya menggambarkan proses tersebut sebagai "semacam tarian kabuki yang ganjil, di mana dua kelompok pihak berdiskusi sementara saya tidak bisa terlibat di dalamnya."
Saham Tesla naik 1,7 persen dalam perdagangan setelah penutupan pasar (aftermarket) menyusul komentar Musk. Saham SpaceX melonjak hingga 8 persen berkat capaian pendapatan kuartal ketiga yang sangat impresif.
Logika strategis di balik potensi penggabungan kedua perusahaan itu berpusat pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan kapabilitas perangkat keras di kedua platform tersebut. Musk menyoroti potensi sinergi yang signifikan dalam hal "pengembangan perangkat lunak kecerdasan super, desain cip, Terafab, robotika, pengangkutan massa ke orbit melalui konstelasi Starmind, serta konektivitas."
Ia mengisyaratkan bahwa kedua perusahaan tersebut kini semakin mendekat satu sama lain seiring dengan industri yang tengah menuju titik perubahan teknologi yang lebih luas.
Terlepas dari keunggulan strategisnya, mendapatkan persetujuan investor menjadi tantangan struktural yang cukup berat bagi kesepakatan yang diusulkan ini. Setiap transaksi akan memerlukan dukungan dari 50 persen total saham Tesla yang beredar, sebuah ambang batas yang secara eksplisit disebut oleh Musk sebagai tantangan yang cukup tinggi untuk dicapai.
Para analis Wall Street dan investor institusional semakin memandang penggabungan ini sebagai langkah yang tak terelakkan untuk menyelaraskan ambisi Musk yang lebih luas. Analis Barclays, Dan Levy, baru-baru ini berpendapat bahwa SpaceX bisa menjadi pihak pengakuisisi utama dalam transaksi yang sepenuhnya menggunakan saham.
Struktur seperti ini akan memungkinkan Musk untuk mengonsolidasikan kendali suara atas inisiatif-inisiatif AI krusial, termasuk robot humanoid Optimus milik Tesla dan chatbot Grok milik SpaceX.
Reaksi pasar setelah pengungkapan ini mencerminkan ekspektasi yang meningkat bahwa konsolidasi yang telah lama dibicarakan tersebut mungkin akhirnya akan terwujud. Mitra pengelola di Deepwater Asset Management, Gene Munster, menyoroti perubahan lanskap setelah panggilan tersebut.
Ia mencatat di media sosial bahwa peluang penggabungan SpaceX dan Tesla sedikit meningkat, seraya memperkirakan adanya kemungkinan 95 persen dalam dua tahun ke depan.
Diskusi mengenai merger ini berlangsung di tengah capaian kinerja keuangan yang luar biasa dari SpaceX, yang mencatatkan pendapatan sebesar USD14,6 miliar pada kuartal ketiga—angka yang jauh melampaui estimasi konsensus Wall Street sebesar USD12,87 miliar.
Pertumbuhan pendapatan perusahaan melonjak 161 persen secara tahunan (year-over-year/YoY), sementara laba bersih mencapai USD4,4 miliar. Hal ini semakin memperkuat posisi keuangan SpaceX di saat perusahaan tersebut mempertimbangkan untuk memperluas basis modalnya. (Febrina Ratna Iskana)






Komentar (0)