6 manfaat habbatussauda untuk kesehatan, dari imunitas hingga jantung

antaranews.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Habbatussauda (Nigella sativa) atau jintan hitam telah lama dikenal sebagai salah satu tanaman obat herbal paling potensial dalam dunia medis modern dan tradisional. Sebagian besar khasiat terapeutiknya berasal dari kandungan bioaktif utamanya, yaitu thymoquinone (TQ), yang memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, imunomodulator, dan antibakteri yang kuat.

Baca juga: Manfaat kandungan protein dalam susu kedelai

Ragam khasiat habbatusauda bagi kesehatan berdasarkan riset medis, mengutip Direktorat Kesehatan Lanjutan, Kemkes, dan sumber-sumber lain:





  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh (Imunomodulator): Habbatussauda bekerja dengan merangsang aktivitas sel pembunuh alami (natural killer cells) dan T-limfosit. Ekstrak jintan hitam memperkuat respons imunitas tubuh untuk melawan infeksi virus, bakteri, maupun patogen luar secara lebih optimal.
  • Meredakan peradangan dan gejala asma: Kandungan thymoquinone dan nigellone bertindak sebagai antiinflamasi serta relaksan otot polos pernapasan. Konsumsi habbatussauda membantu menekan pelepasan histamin, mengurangi obstruksi saluran napas, dan meredakan keparahan gejala pada penderita asma, rinitis alergi, serta radang sendi (osteoartritis).
  • Mengontrol kadar gula darah: Studi farmakologi menunjukkan bahwa jintan hitam membantu menurunkan tingkat resistensi insulin dan menekan kadar gula darah puasa. Efek ini menjadikannya terapi pendamping yang efektif untuk mencegah dan mengelola diabetes tipe 2.
  • Menjaga kesehatan jantung dan gula darah: Habbatussauda membantu menekan kadar kolesterol jahat (LDL) serta trigliserida dalam darah sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL). Efek vasodilatasi dari senyawa fitokimianya juga mendukung penurunan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan melindungi fungsi kardiovaskular.
  • Melindungi fungsi organ hati dan ginjal (Hepatoprotektif): Sifat antioksidan tinggi pada habbatussauda mampu menetralisir radikal bebas dan zat toksik. Efek ini membantu mencegah kerusakan jaringan sel pada organ hati dan ginjal dari paparan bahan kimia beracun atau efek samping obat-obatan.
  • Potensi efek anti kanker: Penelitian in vitro dan eksperimental menemukan bahwa thymoquinone mampu menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram) dan menghambat proliferasi sel-sel kanker, termasuk pada sel kanker payudara, usus besar, dan serviks.
Baca juga: 4 manfaat spirulina untuk kesehatan jantung hingga kulit

Baca juga: Setop alkohol, bantu jaga daya ingat dan kualitas tidur






Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
IHSG Rebound! Tapi Asing Masih Net Sell Jumbo di 10 Saham Ini
• 10 jam lalu
0
thumb
2 Tahun Prabowo-Gibran: Wamenkum Ungkap Capaian Penegakan Hukum
• 18 jam lalu
0
thumb
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Langkah OJK-BEI Disambut Positif Pasar
• 11 jam lalu
0
thumb
ITS Gandeng Mitra UEA Kembangkan Hovercraft, Buka Peluang Kerja Teknisi Indonesia
• 7 jam lalu
0
thumb
Wamendagri Wiyagus Dorong Penguatan Peran Auditor Forensik untuk Pencegahan Korupsi di Era Digital
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.