Kabakom Respons Aksi Greenpeace: Krisis Iklim-Biaya Hidup Jadi Atensi Presiden

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menegaskan pemerintah menghormati aksi Greenpeace yang membentangkan spanduk di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Dia mengatakan Pemerintah memahami pesan kekhawatiran terhadap krisis iklim dan meningkatnya biaya hidup masyarakat.

"Pemerintah menghormati aksi Greenpeace pagi ini sebagai bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat. Kekhawatiran soal dampak krisis iklim dan biaya hidup warga juga menjadi perhatian Presiden," ujar Syahganda dalam keterangan, Selasa (20/10/2026).

Syahganda mengungkapkan dalam penanganan krisis iklim, pemerintah memperkuat upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan berbagai kebijakan untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan biaya hidup.

Baca juga: Pembentang Spanduk Greenpeace Dievakuasi, Polda Metro: Keselamatan Warga Prioritas Utama

Syahganda menerangkan, salah satu langkah yang disiapkan adalah paket stimulus ekonomi semester II 2026 senilai Rp 26,34 triliun. Paket tersebut mencakup bantuan beras sebanyak 10 kilogram bagi 33,24 juta penerima manfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.

"Untuk meringankan biaya hidup, pemerintah menyiapkan paket stimulus semester II 2026 senilai Rp 26,34 triliun, termasuk bantuan beras 10 kg bagi 33,24 juta penerima manfaat, harga BBM yang tidak naik hingga akhir 2026, dan tambahan beras SPHP 1 juta ton untuk menahan gejolak harga pangan," tambah Syahganda.

Penambahan pasokan beras diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga pangan. Sementara kebijakan harga BBM ditujukan untuk memberikan kepastian bagi masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Dia mengatakan pemerintah menyadari penanganan krisis iklim dan perlindungan daya beli masyarakat membutuhkan upaya berkelanjutan. Karena itu, kata dia, aspirasi yang disampaikan melalui aksi publik dipandang sebagai bagian dari ruang partisipasi masyarakat dalam mendorong perbaikan kebijakan.

Baca juga: Seluruh Pembentang Spanduk Greenpeace di Bundaran HI Dibawa ke Klinik Polda

Lebih lanjut, Syahganda menegaskan pemerintah terbuka terhadap masukan dari Greenpeace, termasuk data dan rekomendasi yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi oleh kementerian terkait.

"Kami memahami pekerjaan ini belum selesai, karena itu kami mengajak Greenpeace terus menyampaikan data dan rekomendasinya kepada kementerian terkait sebagai masukan perbaikan," katanya.

Baca juga: Bentangkan Spanduk, Greenpeace Bertahan di Patung Bundaran HI

Seperti diketahui, spanduk dan sejumlah poster berwarna kuning terbentang di Patung Selamat Datang Bundaran HI, Jakarta Pusat. Spanduk dan poster tersebut berisi pesan yang menuntut agar pemerintah menangani krisis iklim dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Spanduk tersebut dibentangkan lembaga Greenpeace Indonesia sejak Selasa (20/10) pagi. Spanduk tersebut kemudian diangkat sekira pukul 08.10 WIB.

"Melindungi lingkungan = Melindungi kualitas hidup," demikian tulisan salah satu poster yang terlihat di lokasi.




(fca/zap)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Terinspirasi Cerita Rakyat Sumatra Utara, Film Begu Ganjang Pertemukan Mitos dengan Logika Medis
• 10 jam lalu
0
thumb
Olimpiade Akademik Bantu Siswa Kenali Kekuatan dan Kekurangan Belajar
• 23 menit lalu
0
thumb
Fanmeet Kim Bum Ubah Venue, Bummies Wajib Intip Seatplan Terbaru
• 7 jam lalu
0
thumb
Masyarakat Dinilai Perlu Diedukasi Bahaya Mendekati Karhutla
• 22 jam lalu
0
thumb
Insanul Fahmi Ungkap Alasan Nafkah untuk Anak Seret, Mantan Wardatina Mawa Curhat Habis Kena Tipu dan Rugi Miliaran
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.