REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Hasil kompetisi akademik dapat digunakan untuk melihat penguasaan materi sekaligus bagian yang masih perlu diperkuat siswa. Pada jenjang usia dini hingga sekolah dasar, hasil tersebut juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyusun langkah belajar berikutnya.
Lebih dari 4.400 peserta didik jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga kelas 6 Sekolah Dasar (SD) mengikuti Indonesian Olympiad Battle (IOB) Rising Star pada September 2026. Kompetisi tersebut mencakup tiga bidang, yakni Matematika, Bahasa Inggris, dan Sains.
Baca Juga
Dari Madrasah di Tarogong, Aqila Taklukkan Olimpiade Biologi Indonesia
Santriwati Asal Garut Raih Juara 1 Olimpiade Biologi Indonesia
Pada bidang Matematika yang diikuti 1.840 peserta, sebanyak 21,5 persen memperoleh nilai 80–100. Dari jumlah tersebut, 2 persen peserta meraih nilai sempurna 100.
Pada bidang Bahasa Inggris, 61,9 persen dari 1.545 peserta memperoleh nilai 80. Sementara itu, 10,4 persen peserta meraih nilai 100.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Adapun pada bidang Sains, 66,6 persen dari 1.072 peserta memperoleh nilai 80, sedangkan 20,4 persen peserta meraih nilai 100. Berdasarkan data penyelenggara, proporsi nilai sempurna tertinggi tercatat pada bidang Sains, disusul Bahasa Inggris dan Matematika.
Head of Partnership Indonesian Olympiad Battle Fauzi mengatakan, hasil kompetisi tidak semata-mata menjadi penentu peringkat. Menurut dia, nilai yang diperoleh peserta dapat digunakan untuk mengenali kemampuan yang sudah dikuasai maupun bagian yang masih perlu dikembangkan.
“Olimpiade bukan hanya tentang siapa yang memperoleh nilai tertinggi. Bagi kami, hasil yang diperoleh setiap anak merupakan bagian dari proses belajar untuk mengenali kekuatan dan area yang masih dapat dikembangkan. Dengan begitu, kompetisi dapat menjadi pengalaman yang membantu anak memahami perkembangan dirinya,” ujar Fauzi.
IOB Rising Star diikuti peserta dari TK hingga kelas 6 SD dengan tingkat kesulitan soal yang disesuaikan berdasarkan jenjang dan kelas. Dalam mengerjakan soal, peserta dituntut memahami materi, mengolah informasi, menentukan jawaban secara teliti, serta mengatur waktu selama kompetisi.
Menurut penyelenggara, nilai dapat digunakan peserta untuk mengenali materi yang telah dikuasai dan bagian yang masih perlu diperkuat. Evaluasi tersebut dapat menjadi acuan untuk menentukan fokus belajar pada kompetisi maupun proses pembelajaran berikutnya.
“Setiap hasil memiliki cerita dan proses di belakangnya. Kami berharap peserta tidak hanya melihat nilai sebagai angka atau peringkat, tetapi juga menggunakannya untuk memahami apa yang sudah mereka kuasai dan apa yang masih bisa dikembangkan. Dari sana, mereka dapat melanjutkan proses belajar dengan lebih percaya diri,” kata Fauzi.
Hasil IOB Rising Star September 2026 telah dipublikasikan melalui situs resmi penyelenggara. Capaian peserta pada tiga bidang tersebut menunjukkan hasil kompetisi dapat dibaca tidak hanya sebagai peringkat, tetapi juga sebagai salah satu gambaran perkembangan akademik siswa.
Komentar (0)