Grid.ID – Nama Begu Ganjang mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Namun, bagi masyarakat Sumatra Utara, mitos tentang sosok hantu bertubuh tinggi ini lekat dengan cerita mistis yang diwariskan secara turun-temurun.
Mitos tersebut kini diangkat ke layar lebar melalui film Begu Ganjang produksi Delapan Entertainment Studio. Menariknya, film ini tidak hanya mengandalkan kisah horor, tetapi juga memadukan cerita rakyat dengan dunia medis.
Penulis novel sekaligus pemilik cerita Begu Ganjang, dr. Ferdiriva Hamzah, menjelaskan bahwa nama tersebut berasal dari bahasa Batak. Kata begu berarti hantu, sedangkan ganjang berarti tinggi.
“Begu itu artinya hantu dalam bahasa Batak, dan Ganjang artinya tinggi. Jadi Begu Ganjang adalah hantu tinggi,” ujar Ferdi ditemui di Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (19/10/2026).
Dalam cerita rakyat Sumatra Utara, sosok ini konon dipercaya dapat terlihat semakin tinggi ketika seseorang memandangnya. Makhluk tersebut juga diyakini bisa mencelakai orang yang melihatnya.
Ferdi bahkan mengibaratkan mitos Begu Ganjang seperti sosok Voldemort dalam kisah Harry Potter, yang namanya dihindari karena dianggap membawa ancaman.
“Kalau Bapak-Ibu punya teman atau orang Sumatra Utara, mendengar kata Begu Ganjang itu sangat takut, seperti Voldemort di Harry Potter,” ungkap Ferdi.
Ketertarikan Ferdi terhadap mitos tersebut kemudian melahirkan novel Begu Ganjang yang pertama kali diterbitkan pada 2017. Berangkat dari latar belakangnya sebagai dokter spesialis mata, ia mencoba menghadirkan sudut pandang berbeda dengan mempertemukan kisah mistis dan penjelasan medis.
“Saya ingin ‘menikahkan’ antara mitos ini dengan dunia medis,” kata Ferdi menjelaskan kisah di balik cerita Begu Ganjang.
Dalam filmnya, penonton akan diajak melihat pertentangan antara tokoh yang mengandalkan logika dan ilmu kedokteran dengan kepercayaan terhadap hal-hal gaib. Benturan dua cara pandang inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama cerita Begu Ganjang.
“Ini adalah perpaduan antara cerita rakyat (folklore), dunia medis, dan ada akulturasi budaya yang kuat,” ujar Erwin didampingi Ferdi.
Untuk menghadirkan kisah tersebut ke layar lebar, pembuatan film ini dilakukan dengan melakukan riset mengenai sejarah Begu Ganjang dan kehidupan seorang dokter. Erwin juga ingin membangun suasana mencekam tanpa hanya mengandalkan adegan mengejutkan atau jumpscare.
Tak hanya mengangkat cerita rakyat, film ini juga direncanakan menjalani proses syuting langsung di Sumatra Utara untuk menghadirkan suasana yang sesuai dengan latar ceritanya. Budayawan lokal juga turut dilibatkan agar penggambaran adat dan budaya setempat tetap sesuai dengan tradisi yang ada.
Film Begu Ganjang dibintangi sejumlah aktor dan aktris, di antaranya Randy Pangalila, Nasya Marcella, Dwi Sasono, Alexandra Gottardo, Omara Esteghlal, Mathias Muchus, Rina Sidabutar, Yama Carlos, Ruth Marini, Shakeel Fauzi, Fatimah Az Zahra, dan Qory Sandioriva.(*)
Artikel Asli





Komentar (0)