Bank Raksasa Australia Pangkas 2.500 Pekerja pada 2027, Efisiensi Jadi Alasan

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

National Australia Bank (NAB), salah satu bank terbesar di Australia, berencana memangkas hingga 2.500 pekerja, atau sekitar enam persen dari total tenaga kerjanya pada 2027.

Dalam pengumuman pada Selasa (20/10/2026), NAB menyatakan hingga 1.500 posisi akan dihapus sebelum akhir 2026.

Pengurangan terbesar akan menyasar posisi korporasi, bukan pegawai yang berhadapan langsung dengan nasabah. Bank tersebut juga berencana mengurangi penggunaan konsultan dan tenaga kontrak secara signifikan.

Andrew Irvine Direktur Utama NAB mengatakan, strategi perusahaan tetap berfokus pada peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional.

“Ambisi dan strategi kami tetap tidak berubah. Kami akan meningkatkan produktivitas, hasil pengelolaan risiko, dan pelaksanaan strategi agar menjadi bank yang lebih sederhana dan efisien,” kata Irvine dalam pernyataan resminya.

Dilansir dari Reuters, rencana tersebut mendapat kritik dari serikat pekerja sektor keuangan Australia. NAB menyatakan akan memulai konsultasi dengan Finance Sector Union terkait rencana pengurangan tenaga kerja tersebut.

Nicole McPherson Asisten Sekretaris Nasional Finance Sector Union menilai pemangkasan pekerja tidak akan membuat organisasi menjadi lebih sederhana.

“Memangkas enam persen tenaga kerja di salah satu perusahaan terbesar Australia menjelang Natal merupakan tindakan yang memalukan dan menunjukkan bahwa pimpinan NAB sepenuhnya tidak memahami pengalaman nyata para pekerjanya,” kata McPherson.

Restrukturisasi tersebut diperkirakan menimbulkan biaya sekitar 300 juta dolar Australia sebelum pajak pada 2027. Biaya itu mencakup pesangon, penempatan ulang pekerja, dan perombakan struktur organisasi.

Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan biaya restrukturisasi sekitar 80 juta dolar Australia sebelum pajak yang dikeluarkan NAB masing-masing pada 2025 dan 2026.

Rencana pengurangan tenaga kerja ini muncul ketika industri perbankan Australia menghadapi tekanan dari melemahnya aktivitas pasar perumahan, meningkatnya persaingan, dan kenaikan biaya operasional yang membebani pendapatan.

Pada Agustus 2026, NAB telah memperingatkan bahwa pertumbuhan kredit perumahan akan melambat tajam pada 2027. Menurut bank tersebut, reformasi pajak properti pemerintah federal telah menekan permintaan dari calon pembeli rumah dan investor.

Saat itu, Irvine menyebut ketidakpastian geopolitik, kenaikan suku bunga domestik, serta perubahan kebijakan pajak turut menciptakan tantangan bagi nasabah.

Berdasarkan laporan tahunan terbarunya, NAB memiliki 41.880 pekerja di seluruh dunia per 30 September 2025. Bank ini merupakan pemberi pinjaman bisnis terbesar di Australia dan pemberi pinjaman perumahan terbesar ketiga di negara tersebut.

Pengumuman restrukturisasi NAB juga mengikuti langkah serupa yang dilakukan pesaingnya, Australia and New Zealand Banking Group (ANZ).

Pada 2025, ANZ mengumumkan rencana memangkas sekitar 3.500 pekerja hingga September 2026 sebagai bagian dari program penyederhanaan organisasi, pengurangan duplikasi pekerjaan, dan penekanan biaya.

Di pasar saham, harga saham NAB turun hampir 2,5 persen pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Penurunan itu menjadi yang terbesar di antara empat bank ritel terbesar Australia pada sesi tersebut. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 melemah 0,9 persen. (saf/ipg)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kronologi Lengkap Kerabat Lesti Kejora Dituding Tidak Sopan oleh Menantu Siti Nurhaliza
• 13 jam lalu
0
thumb
Orang Dalam Istana Buka-bukaan Alasan Sebenarnya Reshuffle Prabowo: Begitu Ada Salah, Langsung Diganti
• 9 jam lalu
0
thumb
In This Economy, Pakar UMM Beri Tips untuk Lindungi Portofolio Saham
• 1 jam lalu
0
thumb
Kepala BNPB Minta Kesehatan Petugas Karhutla Diperhatikan, Usulkan Rontgen Paru-Paru
• 19 jam lalu
0
thumb
BRI Super League: Fabio Calonego Yakin Persija Bisa Lebih Kuat
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.