Kepala BNPB Minta Kesehatan Petugas Karhutla Diperhatikan, Usulkan Rontgen Paru-Paru

kompas.tv
10 jam lalu
Cover Berita
Seorang petugas menyemprotkan air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di lahan gambut di Jekan Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (4/9/2026). (Sumber: AP Photo/Dias Gustrian)

PALEMBANG, KOMPAS.TV- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta keselamatan dan kesehatan petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius.

Apalagi sejumlah petugas dilaporkan meninggal dunia saat berjibaku memadamkan api, sementara mereka yang bertugas di garis depan terus menghadapi ancaman paparan asap.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengusulkan pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi petugas pemadam karhutla, termasuk pemeriksaan menyeluruh melalui rontgen paru-paru.

"Kalau perlu, rontgen paru-parunya itu. Kasihan juga dia," kata Kristomei dalam rapat koordinasi penanganan darurat karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, dikutip dari Antara, Senin (19/10/2026).

Baca Juga: Cuaca Besok Selasa 20 Oktober 2026: Dampak Siklon Tropis Champi, 12 Kota Hujan

Selain pemeriksaan kesehatan, Kristomei menekankan pentingnya perlindungan keselamatan dan kesejahteraan personel yang bekerja di lapangan.

Ia menyatakan penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada upaya memadamkan api, tetapi juga harus memastikan kondisi petugas tetap terjaga selama operasi berlangsung.

Desakan tersebut muncul di tengah jatuhnya korban jiwa dalam operasi pemadaman karhutla di sejumlah wilayah.

Terbaru, empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, pada Kamis (16/10/2026).

Baca Juga: Gegara Kemarau Panjang, Dua Sumber Air PDAM Pangkal Pinang Mengering | JN

Korban meninggal terdiri atas dua relawan yang merupakan karyawan hotel setempat, yakni Sefril dan Wisnu, serta dua petugas TNBTS bernama Saris dan Hendra Roni.

Tiga korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan Hendra Roni mengembuskan napas terakhir di RSUD Tongas.

Selain korban meninggal, dua orang mengalami luka bakar serius, yakni petugas TNBTS bernama Munawi dan relawan bernama Suraji. Keduanya dirujuk ke RSUD dr. Soetomo untuk mendapatkan penanganan medis.

Di sisi lain, paparan kabut asap karhutla juga menimbulkan ancaman kesehatan bagi masyarakat.

Baca Juga: Mendagri Tito Sebut Pemerintah Maksimal Tangani Karhutla, Korporasi Terlibat Ditindak Tegas

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan BNPB hingga awal Oktober 2026 yang dikutip ANTARA, tercatat 324 orang mengalami luka berat, 23 orang luka ringan, dan empat orang dilaporkan meninggal dunia akibat dampak karhutla.

Sejumlah korban meninggal yang disebutkan antara lain Hardiansyah (41), pengemudi ojek online di Palembang, Sumatera Selatan; Lisna, guru sekolah dasar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan; serta Fikri alias Kelik (51), warga Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, yang meninggal saat berupaya memadamkan api.

BNPB Minta Posko Karhutla Dibagi Berdasarkan Titik Panas

Selain perlindungan kesehatan, Kristomei mendorong pembentukan posko operasi gabungan berdasarkan klaster wilayah titik panas atau hotspot.

Setiap posko harus memiliki penanggung jawab wilayah yang jelas, pembagian tugas yang terukur, serta kepastian jumlah personel dan peralatan yang dikerahkan.

Baca Juga: Menko Polkam Dudung Sebut Indonesia Masih Sanggup Tangani Karhutla Tanpa Status Bencana Nasional

Kristomei juga mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan jumlah personel di lapangan.

"BNPB tetap mendukung, tapi juga kita akuntabilitas di lapangan. Kalau memang 100, dukung 100. Orang itu harus 100. Jangan dukung 100, orangnya 10," ucapnya.

Ia melanjutkan, ketepatan data personel diperlukan untuk memastikan kebutuhan operasi pemadaman dapat dipenuhi. Jika jumlah petugas masih kurang, penambahan personel harus dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Antara

Tag
  • petugas pemadam karhutla
  • pemeriksaan kesehatan petugas karhutla
  • kepala bnpb
  • karhutla
  • kristomei sianturi
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Imbas Antrean Panjang BBM di Bali, Dirut Pertamina Minta Maaf ke Masyarakat
• 22 jam lalu
0
thumb
Ratusan Orang Suarakan Kepedulian Lingkungan Lewat Doa dan Lilin
• 17 jam lalu
0
thumb
Tegas! Komdigi Perangi Judi Online lewat Pemblokiran Situs dan Penelusuran Dana | SAPA MALAM
• 20 jam lalu
0
thumb
Kemenkes Dorong Pembukaan Pendidikan Dokter Spesialis di UKI untuk Atasi Kekurangan Tenaga Medis
• 14 jam lalu
0
thumb
Gattuso Ungkap Rahasia Lazio Bisa Hancurkan Juventus 3-0 di Liga Italia: Keberanian dan Mentalitas Jadi Kunci
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.