JAKARTA, DISWAY.ID-- Pemerintah menaikkan cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali dari 11 hari menjadi 15 hari untuk mempercepat pemulihan pasokan dan menjaga kelancaran pelayanan di tengah gangguan distribusi yang sempat memicu antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah penambahan pasokan, bukan pengurangan kuota BBM untuk Pulau Dewata.
BACA JUGA:Bentang Spanduk Protes 2 Tahun Prabowo-Gibran di Bundaran HI, Aktivis Greenpeace Diperiksa Polisi
Bahlil mengaku telah menginstruksikan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk meningkatkan cadangan BBM di pulau Dewata.
"Saya malah hari ini baru memerintahkan, memutuskan lewat Dirjen Migas dan BPH Migas, untuk menaikkan kuota yang tadinya 11 hari, saya naikin menjadi 15 hari. Jadi bukan mengurangi, menambah," ungkap Bahlil.
Penambahan cadangan tersebut dilakukan untuk memperkuat ketersediaan BBM sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama proses pemulihan distribusi berlangsung.
BACA JUGA:91% Siswa Indonesia Khawatir AI Membuat Mereka Bekerja Lebih Cepat, Tapi Tidak Memahami Materi Mendalam
Pasokan tambahan dijadwalkan kembali tiba melalui sejumlah kapal pengangkut di Fuel Terminal Sanggaran dan Terminal Manggis. Kedatangan kapal-kapal tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga untuk menjaga kesinambungan pasokan BBM di Bali.
Di tingkat distribusi, Pertamina Patra Niaga menyalurkan sekitar 3 juta liter BBM per hari ke Bali. Angka tersebut berada di atas konsumsi normal Pertalite yang diperkirakan mencapai 2,2 juta liter per hari.
Upaya menjaga kelancaran pelayanan juga dilakukan dengan mengoperasikan 66 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung selama 24 jam. Selain itu, sebanyak 16 mobil tangki tambahan dikerahkan untuk memperkuat distribusi BBM.
BACA JUGA:2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Pupuk Indonesia Ungkap Transformasi Tata Kelola Pupuk yang Berpihak ke Petani
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali menerapkan skema pembelian BBM berdasarkan plat nomor kendaraan ganjil dan genap sejak Sabtu, 17 Oktober 2026. Gubernur Bali menyebut kebijakan tersebut efektif membantu mengurai antrian di SPBU.
Atas hasil tersebut, penerapan skema ganjil-genap diperpanjang hingga Jumat, 23 Oktober 2026 untuk menjaga ketertiban pembelian BBM selama proses pemulihan pasokan.
Bahlil juga meluruskan pemahaman mengenai cadangan BBM selama 15 hari. Menurutnya, angka tersebut tidak berarti stok akan habis setelah melewati periode tersebut karena pasokan terus diperbarui melalui pengiriman secara berkala.
Ia menggambarkan mekanisme cadangan BBM seperti bak air di rumah yang terus diisi kembali sehingga ketersediaannya tidak hanya bergantung pada stok awal.
BACA JUGA:Buntut Spanduk Greenpeace di Bundaran HI: 5 Orang Sudah Pulang, 6 Aktivis Masih di Polda Metro Jaya
"Bukan berarti 15 hari itu habis. Nggak. Dia bergulir terus, datang terus," tekan dia.
Di tengah gangguan distribusi yang terjadi di sejumlah wilayah, Bahlil turut memastikan bahwa cadangan BBM nasional masih berada pada tingkat yang memadai.
Stok Pertalite dengan Research Octane Number (RON) 90 disebut berada di kisaran 16–18 hari.
Sementara itu, cadangan untuk jenis BBM lainnya dilaporkan berada di atas 20 hari, sesuai standar minimum nasional yang menjadi acuan pemerintah.
"Saya katakan bahwa cadangan nasional kita di atas 16-18 hari," pungkas Bahlil.
Pemerintah bersama Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pasokan dan memperlancar distribusi untuk mencegah gangguan serupa kembali terjadi.
Penambahan cadangan di Bali diharapkan dapat menjaga ketersediaan BBM sekaligus mempercepat normalisasi pelayanan di SPBU bagi masyarakat.






Komentar (0)