Kim Jong Un Muncul Usai Dirumorkan Meninggal, Kunjungi Pameran Industri Ringan

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Dalam foto yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara ini, pemimpinnya Kim Jong Un, di depan sebelah kanan, dan putrinya mengunjungi pameran pakaian dan alas kaki di Pyongyang, Korea Utara, Senin, 19 Oktober 2026. Jurnalis independen tidak diberi akses untuk meliput acara yang digambarkan dalam gambar yang didistribusikan oleh pemerintah Korea Utara ini. Isi gambar ini sebagaimana adanya dan tidak dapat diverifikasi secara independen. (Sumber: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)

PYONGYANG, KOMPAS.TV - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali muncul di hadapan publik setelah rumor mengenai kematiannya akibat pendarahan otak beredar. Kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan Kim mengunjungi Pameran Nasional Pakaian dan Alas Kaki 2026 di Pyongyang pada Senin (19/10/2026).

Dalam laporan yang diterbitkan Selasa (20/10/2026), KCNA menyebut Kim Jong Un meninjau pameran produk industri ringan tersebut dan memberikan arahan mengenai pengembangan serta peningkatan kualitas produk dalam negeri.

Kim didampingi sejumlah pejabat tinggi Partai Buruh Korea dan pemerintah. Ia juga disambut pejabat senior Departemen Industri Ringan Komite Sentral Partai Buruh Korea saat tiba di lokasi.

Baca Juga: Rumor Kim Jong Un Meninggal, Kim Yo Jong Ambil Alih Kekuasaan?

Kemunculan Kim dalam kegiatan tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah beredar klaim bahwa pemimpin Korea Utara itu meninggal dunia akibat pendarahan otak parah.

Meski demikian, laporan KCNA tidak secara khusus menanggapi rumor kematian tersebut.

Kim Jong Un Tinjau Ribuan Produk Pakaian dan Alas Kaki

Menurut KCNA, Pameran Nasional Pakaian dan Alas Kaki 2026 digelar dengan tema semangat mengembangkan produk baru dan meningkatkan kualitasnya.

Pameran itu menampilkan lebih dari 70.700 produk pakaian dari lebih dari 30 jenis serta lebih dari 170.000 pasang sepatu dari lebih dari 60 jenis.

Produk-produk tersebut berasal dari lebih dari 270 unit produksi pakaian, alas kaki, dan tas, termasuk pabrik industri ringan utama serta pabrik pakaian yang baru dibangun di kota dan kabupaten.

KCNA melaporkan Kim Jong Un mengapresiasi penyelenggaraan pameran yang dinilai mengalami kemajuan dari segi skala, isi, dan bentuk dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Kim Jong Un Resmikan Museum Militer, Pamerkan Rudal Balistik Antarbenua

Ia juga menyoroti perkembangan desain, warna, bentuk, merek, dan kualitas produk yang dipamerkan.

Menurut Kim, produk dari pabrik di daerah mulai mampu bersaing dengan produk buatan pabrik tingkat pusat.

Kim menilai perkembangan tersebut menunjukkan kemajuan kebijakan pemerintah untuk mengurangi kesenjangan antara wilayah pusat dan daerah, serta antara kawasan perkotaan dan pedesaan.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan desain produk melalui festival dan pameran, serta peningkatan kualitas barang kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Kim meminta agar produksi seragam sekolah, tas, dan sepatu bagi anak sekolah terus mengutamakan kualitas.

Rumor Kim Jong Un Meninggal Beredar di Media Sosial

Sebelum laporan kemunculan Kim diterbitkan, Wanjun Xie, Ketua Partai Demokrasi Tiongkok (CDP), menyebarkan klaim bahwa Kim Jong Un mengalami pendarahan otak parah hingga koma sebelum akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga: Kecam! Trump Tegur Reporter Tanya Kim Jong-Un, Sebut Berita Palsu soal Latihan Militer AS-Korsel

Dalam unggahan media sosialnya, Xie mengklaim tim medis dari Peking Union Medical College Hospital di China dikirim untuk membantu penanganan Kim.

Ia menyebut Kim sempat dipindahkan ke Beijing untuk menjalani operasi darurat. Namun, menurut klaim Xie, upaya medis tersebut gagal menyelamatkan pemimpin Korea Utara itu.

Xie juga mengklaim jenazah Kim telah dikembalikan ke Korea Utara dan kabar kematiannya sengaja dirahasiakan.

Selain itu, ia menyebut adik perempuan Kim, Kim Yo Jong, telah mengambil alih kendali pemerintahan, sementara China diklaim mengerahkan 9.000 tentara ke Pyongyang untuk mengantisipasi kemungkinan krisis suksesi.

Namun, klaim mengenai kematian Kim Jong Un, pengambilalihan kekuasaan oleh Kim Yo Jong, dan pengerahan pasukan China tersebut belum terverifikasi secara independen yang kemudian terbantahkan dengan kemunculan Kim Jong Un.

Laporan KCNA mengenai kunjungan Kim Jong Un pada 19 Oktober menjadi perkembangan penting yang tidak sejalan dengan klaim bahwa ia telah meninggal sebelum kunjungan tersebut.

Meski demikian, KCNA tidak secara eksplisit membantah rumor itu dalam laporannya. 

Baca Juga: Korea Selatan Berharap Hubungan Trump-Kim Jong Un Buka Jalan Dialog

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada

Sumber : KCNA

Tag
  • Kim Jong Un
  • Kim Jong Un meninggal
  • Korea Utara
  • Kim Yo Jong
  • KCNA
  • rumor Kim Jong Un
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Latihan Keris Woomera 26, Perkuat Kemitraan Militer RI-Australia
• 1 jam lalu
0
thumb
IHSG di Bawah 5.000, Rosan Sebut Saham BUMN Makin Murah dan Menarik untuk Investasi
• 18 jam lalu
0
thumb
Catat! Rute Penerbangan Haji dan Umrah di Bandara Jeddah Pindah ke Terminal 4
• 9 jam lalu
0
thumb
Syukuran HUT ke-62 Golkar, Ilham Arief Sirajuddin: Golkar Kini Kedepankan Kebermanfaatan Dari Popularitas
• 3 jam lalu
0
thumb
Irau Malinau ke-12 Siap Digelar, 190 UMKM Ramaikan HUT ke-27
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.