ADRO, BRPT, dan TPIA Kompak Buyback Saham, Siapkan Dana hingga Rp 1 Triliun

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback).

ADRO menegaskan pelaksanaan buyback mulai 20 Oktober 2026. Perseroan menyatakan buyback ini mencerminkan keyakinan terhadap fundamental ekonomi nasional dan prospek bisnis jangka panjang, sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas pasar modal Indonesia.

“Perseroan memiliki kesiapan yang solid untuk melaksanakan buyback. Dengan didukung kondisi keuangan dan pengelolaan likuiditas yang prudent, perseroan meyakini langkah ini tidak akan mengganggu kondisi keuangan,” jelas Sekretaris Perusahaan ADRO, Maharani Cindy dalam keterangan resminya, Selasa (20/10).

Rencana buyback ADRO telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April 2026. Program tersebut memiliki periode pelaksanaan selama 12 bulan sejak 18 April 2026.

Sementara itu, BRPT menyiapkan dana maksimal Rp 1 triliun untuk melaksanakan buyback saham hingga 31 Desember 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi pada 19 Oktober 2026, dana buyback bersumber dari kas internal perseroan dan dialokasikan secara bertahap.

Manajemen BRPT menyatakan dana buyback berasal dari kelebihan kas yang takkan mengganggu operasional perusahaan. Dalam pelaksanaannya, perseroan juga akan memperhatikan batas maksimum pembelian kembali saham sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta persyaratan jumlah saham free float.

Adapun, TPIA melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk mengumumkan rencana buyback dengan alokasi dana maksimal Rp 1 triliun. Berdasarkan revisi keterbukaan informasi tertanggal 19 Oktober 2026, program tersebut berlangsung hingga 31 Desember 2026.

TPIA berencana membeli kembali maksimal 800 juta saham atau setara 0,92 persen dari total saham yang telah diterbitkan. Perseroan menetapkan harga pembelian maksimal Rp 3.000 per saham, dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Dana buyback TPIA bersumber dari kas internal perusahaan. Perseroan menyebut memiliki arus kas yang memadai untuk membiayai kegiatan operasional, belanja modal, dan pelaksanaan buyback secara bersamaan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Belanja APBN Kuartal IV 2026 Diproyeksi Tembus Rp1.300 Triliun, Ini Fokus Pemerintah
• 12 jam lalu
0
thumb
Dishub DKI Siapkan 16 Rute Alternatif Saat Demo di Enam Kawasan Jakarta Hari Ini, Pengendara Diimbau Hindari Titik Aksi
• 11 jam lalu
0
thumb
2 Tahun Prabowo Gibran: Kinerja Cenderung Diberitakan Positif, Tata Kelola MBG Tuai Sentimen Negatif
• 12 jam lalu
0
thumb
Debut Manis Amar Brkic Bersama Borneo FC Samarinda: Langsung Beraksi di AFC Challenge League
• 6 jam lalu
0
thumb
Pemprov Kaltim Percepat Hilirisasi Industri, Targetkan 50 Persen APBD Bersumber dari PAD dalam Tiga Tahun
• 23 menit lalu
0
Berhasil disimpan.