JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah memproyeksikan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai sekitar Rp1.300 triliun pada kuartal IV 2026.
Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi belanja pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.200 triliun.
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan, peningkatan belanja pemerintah pada akhir tahun diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk melalui layanan publik dan penyaluran bantuan sosial.
BACA JUGA:Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Capai 77,89, Tertinggi Sejak 2015
“Untuk Q4 ini APBN akan belanja sekitar Rp1.300 triliun, lebih tinggi dibandingkan Q4 tahun 2025 yaitu Rp1.200 triliun. Jadi belanja APBN akan terus lebih tinggi dibandingkan Q4 tahun lalu,” ujar Suahasil di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, belanja pemerintah menjadi salah satu instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama melalui peningkatan konsumsi masyarakat dan pengeluaran pemerintah.
Menurut Suahasil, bantuan pangan untuk periode kuartal IV juga mulai disalurkan.
Program tersebut diharapkan turut menjaga daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan kegiatan ekonomi.
“Ini akan mendorong kegiatan ekonomi di masyarakat, termasuk layanan publik pemerintah dan juga perlindungan sosial. Bantuan pangan sudah mulai bergulir untuk Q4. Ini akan mendorong kegiatan konsumsi dan mendorong government expenditure di perekonomian kita,” katanya.
BACA JUGA:Gus Ipul Keluarkan 3 Arahan Penting Kemensos Jelang Akhir Tahun, Sekolah Rakyat Jadi Sorotan
Meski belanja negara diproyeksikan meningkat, pemerintah tetap melakukan penelaahan dan efisiensi anggaran pada sisa tahun ini.
Suahasil menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya rutin menjelang akhir tahun untuk memastikan anggaran digunakan secara tepat dan optimal.
“Langkah-langkah yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan adalah bagian dari langkah-langkah akhir tahun yang memang secara rutin dilakukan untuk memastikan anggaran itu terlaksana, namun tetap dilaksanakan dengan efisien,” jelasnya.
Suahasil menekankan, efisiensi anggaran bukan berarti menghentikan belanja pemerintah.
Sebaliknya, pemerintah berupaya memastikan pelaksanaan anggaran tetap berjalan dengan penggunaan dana yang efektif.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)