Ringkasan Berita
- BPJS Kesehatan bersama anggota DPR RI Komisi IX, Pulung Agustanto, menggelar sosialisasi Program JKN di Kabupaten Kediri, Senin (19/10/2026).
- Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, menyebut sekitar 98 persen penduduk Kabupaten Kediri telah memiliki kartu JKN.
- Sosialisasi menekankan pentingnya memahami alur pelayanan JKN, menjaga status kepesertaan tetap aktif, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
- Deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan seperti Pap smear menjadi salah satu perhatian dalam edukasi kesehatan bagi perempuan.
Kediri (beritajatim.com) – BPJS Kesehatan bersama anggota DPR RI Komisi IX, Pulung Agustanto, mengajak masyarakat Kabupaten Kediri meningkatkan pemahaman tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), mulai dari prosedur pelayanan hingga pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Edukasi tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi JKN di Kabupaten Kediri, Senin (19/10/2026), dengan deteksi dini kanker serviks menjadi salah satu isu yang disoroti.
Kegiatan ini menegaskan bahwa kepemilikan jaminan kesehatan perlu diiringi pemahaman mengenai cara mengakses layanan serta kesadaran menjaga kesehatan. Pemeriksaan sejak dini juga dinilai penting untuk membantu mengenali risiko penyakit sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kediri terhadap penyelenggaraan Program JKN. Menurutnya, Kabupaten Kediri telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC) selama sekitar tiga hingga empat tahun terakhir.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kediri. Sudah tiga sampai empat tahun ini Kabupaten Kediri mencapai UHC. Artinya, sekitar 98 persen penduduk di wilayah Kabupaten Kediri sudah memiliki kartu JKN,” ujar Tutus.
Capaian kepesertaan tersebut menjadi modal untuk memperluas akses perlindungan kesehatan. Namun, masyarakat tetap perlu memahami ketentuan pelayanan dan memastikan kepesertaan mereka aktif ketika membutuhkan layanan medis.
Pahami Alur Pelayanan JKN dan Cek Status Kepesertaan
Tutus menjelaskan bahwa peserta JKN pada umumnya mengakses pelayanan kesehatan melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat mereka terdaftar, seperti puskesmas, klinik, atau dokter praktik mandiri.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kebutuhan penanganan lanjutan, dokter akan memberikan rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan sesuai indikasi medis dan ketentuan yang berlaku.
“Peserta JKN dapat memulai pelayanan kesehatan dengan mendatangi FKTP yang terdaftar. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan perlunya pelayanan kesehatan lanjutan, dokter akan memberikan rujukan ke rumah sakit berdasarkan indikasi medis. Rujukan diberikan bukan atas permintaan dari pasien,” jelasnya.
Karena itu, peserta diimbau memastikan status kepesertaan tetap aktif dan memahami prosedur pelayanan sebelum berobat. Pengecekan informasi kepesertaan dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN maupun layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165.
Pemahaman mengenai alur pelayanan diharapkan membantu masyarakat mengakses layanan sesuai kebutuhan medis sekaligus mengurangi kebingungan ketika membutuhkan pemeriksaan atau pengobatan.
Deteksi Dini Kanker Serviks Jadi Perhatian
Selain edukasi mengenai administrasi dan prosedur pelayanan, sosialisasi JKN turut menyoroti pentingnya kesehatan reproduksi perempuan, khususnya upaya deteksi dini kanker serviks.
Salah satu pemeriksaan yang dikenal untuk mendeteksi perubahan sel pada leher rahim adalah Pap smear. Pemeriksaan ini dapat membantu menemukan perubahan sel prakanker sehingga tindak lanjut medis dapat dilakukan lebih awal apabila ditemukan kelainan.
Tutus menilai kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan perlu terus ditingkatkan. Masyarakat diharapkan tidak hanya mencari pertolongan ketika sudah mengalami keluhan, tetapi juga memahami pentingnya pencegahan sesuai kebutuhan dan faktor risiko masing-masing.
Deteksi dini bukan berarti seluruh penyakit dapat dicegah sepenuhnya. Namun, pemeriksaan yang tepat dapat membantu tenaga medis mengenali masalah kesehatan lebih awal dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Melalui edukasi ini, perempuan diharapkan lebih terbuka untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai pemeriksaan kanker serviks, termasuk waktu dan metode pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Pulung Agustanto Ingatkan Risiko Penyakit Tidak Menular
Anggota DPR RI Komisi IX, Pulung Agustanto, mengatakan Program JKN merupakan bentuk perlindungan bagi masyarakat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Meski demikian, ia menilai perlindungan tersebut perlu berjalan beriringan dengan penerapan pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Pulung juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan penyakit tidak menular, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, gangguan ginjal, dan penyakit jantung. Menurutnya, masalah kesehatan tersebut juga ditemukan pada kelompok usia produktif.
“Alhamdulillah di Kabupaten Kediri sudah UHC, artinya seluruh warga yang memiliki KTP Kabupaten Kediri mendapatkan jaminan layanan JKN. Kami tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan. Saat ini, penyakit tidak menular seperti hipertensi, kolesterol tinggi, gangguan ginjal, hingga penyakit jantung juga banyak ditemukan pada kelompok usia produktif, bahkan sejak usia 30 tahun. Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Mari tingkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini,” terangnya.
Ia berharap masyarakat semakin memahami bahwa jaminan kesehatan tidak hanya dimanfaatkan saat sakit, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan sesuai ketentuan program.
Pemkab Kediri Buka Ruang Aspirasi Masyarakat
Dukungan terhadap sosialisasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa. Ia menyambut baik kolaborasi BPJS Kesehatan dan DPR RI dalam memberikan informasi mengenai layanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurut Dewi, kegiatan sosialisasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi, tetapi juga membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan usulan dan persoalan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan.
“Kami berharap semakin banyak program-program yang bisa dibawa ke Kabupaten Kediri untuk menyejahterakan masyarakat Kabupaten Kediri. Melalui sosialisasi ini, masyarakat juga bisa mendapatkan informasi tentang BPJS Kesehatan. Kalau mungkin ada usulan-usulan atau permasalahan, silakan disampaikan. Nanti aspirasi kita semua akan dibawa ke DPR RI,” ungkap Dewi.
Kesempatan menyampaikan aspirasi tersebut diharapkan membantu mengidentifikasi kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut bagi pihak terkait.
Peserta Rasakan Manfaat JKN untuk Persalinan
Manfaat JKN juga dirasakan oleh Siti Zulaikha (27), salah satu peserta sosialisasi. Ia mengaku telah memanfaatkan program tersebut untuk mendapatkan pelayanan persalinan.
Menurut Siti, JKN membantu meringankan beban biaya pelayanan kesehatan yang berpotensi cukup besar bagi keluarga. Pengalamannya membuat ia menilai program tersebut bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan medis.
“Pelayanannya sangat bagus, berguna banget untuk masyarakat. Selama mengikuti prosedurnya tidak ada iur biaya tambahan. Soal kesehatan kan biayanya agak mahal ya, jadi JKN sangat membantu dari segi ekonomi,” tutur Siti.
Sosialisasi JKN di Kabupaten Kediri menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perlindungan kesehatan. Kepesertaan, pengetahuan tentang prosedur pelayanan, pemeriksaan rutin, dan deteksi dini perlu berjalan beriringan agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan secara tepat.
Dengan meningkatnya pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan semakin siap mengakses pelayanan yang dibutuhkan sekaligus membangun kebiasaan menjaga kesehatan sejak dini. [nm/beq]





Komentar (0)