Sejumlah wilayah di dunia dikenal memiliki penduduk berumur panjang. Mulai dari Okinawa di Jepang hingga Nicoya di Kosta Rika, masyarakatnya memiliki pola hidup yang menarik untuk dipelajari, seperti mengonsumsi pangan nabati, tetap aktif, dan menjaga hubungan dengan orang-orang terdekat.
Tren ini juga sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk berusia 100 tahun ke atas di dunia. Melansir laman BCA Prioritas, Analisis Pew Research Center terhadap proyeksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan jumlahnya naik dari sekitar 722 ribu orang pada 2024 menjadi hampir 4 juta orang pada 2054.
Jepang menjadi salah satu negara dengan populasi berusia 100 tahun ke atas terbanyak. Menurut data kementerian kesehatan setempat, jumlahnya mencapai 107.677 orang pada 2026, untuk pertama kalinya menembus angka 100 ribu.
Lantas, kebiasaan apa saja yang bisa dipelajari dari wilayah-wilayah yang dikenal memiliki banyak penduduk berumur panjang? 1. Okinawa, Jepang: Makan Secukupnya dan Jaga Pertemanan
Okinawa dikenal sebagai salah satu wilayah Jepang dengan tradisi hidup yang menarik perhatian para peneliti umur panjang. Masyarakatnya secara tradisional mengonsumsi banyak pangan nabati, seperti ubi jalar, sayuran, dan olahan kedelai.
Pola makan tersebut menyediakan beragam zat gizi dengan kalori yang relatif rendah. Selain memilih makanan, masyarakat Okinawa juga mengenal prinsip hara hachi bu, yaitu kebiasaan berhenti makan ketika merasa sekitar 80 persen kenyang.
Kebiasaan lain yang menarik adalah menjaga hubungan sosial melalui kelompok pertemanan yang disebut moai. Kelompok ini menjadi ruang untuk saling mendukung dan mempertahankan hubungan sosial dalam jangka panjang.
Masyarakat Okinawa juga mengenal konsep tujuan hidup yang memberi makna pada keseharian. Kombinasi pola makan, hubungan sosial, dan aktivitas yang bermakna menjadi inspirasi untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih berkualitas.
Baca Juga :
Tak Perlu Lagi Ambil di Kantor Pos? Begini Rencana Baru Pembayaran Uang PensiunWilayah pegunungan Sardinia, terutama Ogliastra dan Barbagia di Italia, dikenal memiliki komunitas dengan banyak penduduk berumur panjang.
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah kebiasaan masyarakatnya tetap aktif dalam kegiatan sehari-hari. Aktivitas rutin menjadi bagian dari kehidupan mereka, bukan hanya dilakukan ketika memiliki waktu khusus untuk berolahraga.
Dari sisi makanan, sayuran dan kacang-kacangan menjadi bagian dari menu tradisional. Produk susu juga dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan setempat.
Para peneliti turut mempelajari kondisi emosional dan kebiasaan hidup masyarakat Sardinia untuk memahami berbagai faktor yang mungkin berkaitan dengan umur panjang.
Pengalaman wilayah ini mengingatkan bahwa aktivitas fisik tidak selalu harus berupa olahraga berat. Bergerak secara rutin melalui kegiatan sehari-hari juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup aktif. 3. Ikaria, Yunani: Pola Makan Mediterania dan Waktu untuk Bersosialisasi
Pulau Ikaria di Yunani juga dikenal karena penduduk lanjut usianya. Masyarakat setempat memiliki tradisi makan yang dekat dengan pola makan Mediterania.
Menu mereka mencakup sayuran, polong-polongan, dan minyak zaitun. Bahan-bahan tersebut menjadi bagian penting dari pola makan tradisional yang banyak dipelajari karena kaitannya dengan kesehatan.
Selain makanan, keseharian masyarakat Ikaria juga memberi ruang untuk bergerak, beristirahat, dan berkumpul dengan orang lain.
Penelitian terhadap penduduk Ikaria berusia 90 tahun ke atas turut menarik perhatian terhadap hubungan antara kebiasaan hidup dan umur panjang. Meski demikian, umur panjang tidak bisa dijelaskan oleh satu kebiasaan saja karena banyak faktor dapat berperan.
Kebiasaan yang bisa dijadikan inspirasi adalah menjaga keseimbangan antara aktivitas, istirahat, pola makan, dan hubungan sosial. 4. Loma Linda, California: Pola Makan Berbasis Nabati
Berbeda dari wilayah lain yang berada di pulau atau kawasan pegunungan, Loma Linda di California, Amerika Serikat, dikenal melalui komunitas Advent yang menempatkan kesehatan sebagai bagian penting dari kehidupan.
Pola makan berbasis nabati, aktivitas fisik, dan keterlibatan dalam komunitas menjadi bagian dari kebiasaan yang dijalani sebagian masyarakatnya.
Hubungan antara pola makan dan kesehatan juga diteliti melalui Adventist Health Study 2. Studi tersebut menganalisis lebih dari 73 ribu peserta di Amerika Utara untuk mempelajari kaitan pola makan dengan risiko kematian.
Hasil penelitian menunjukkan peserta yang menjalani pola makan vegetarian memiliki risiko kematian lebih rendah selama masa penelitian dibandingkan peserta nonvegetarian.
Temuan tersebut menunjukkan adanya hubungan antara pola makan dan risiko kematian dalam kelompok yang diteliti. Namun, hasil itu tidak berarti pola makan vegetarian secara otomatis menjamin seseorang hidup lebih panjang, karena faktor lain juga memengaruhi kesehatan. 5. Nicoya, Kosta Rika: Memahami Faktor di Balik Umur Panjang
Semenanjung Nicoya di Kosta Rika menjadi wilayah lain yang menarik perhatian dalam penelitian umur panjang. Kawasan ini dikenal memiliki banyak penduduk lanjut usia, terutama laki-laki.
Penelitian menemukan bahwa penduduk Nicoya memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah yang lebih rendah dibandingkan penduduk di wilayah lain Kosta Rika.
Temuan tersebut mendorong perhatian terhadap faktor-faktor yang mungkin berkontribusi terhadap kesehatan penduduknya. Namun, informasi yang tersedia dalam bahan ini belum merinci kebiasaan tertentu yang secara langsung menjelaskan hasil tersebut.
Karena itu, Nicoya menjadi pengingat bahwa umur panjang tidak hanya perlu dilihat dari satu aspek gaya hidup. Kondisi kesehatan, lingkungan, dan berbagai faktor lain juga perlu diperhitungkan untuk memahami mengapa suatu populasi dapat memiliki angka umur panjang yang menonjol. Apa yang Bisa Dipelajari dari Wilayah dengan Penduduk Berumur Panjang?
Kelima wilayah tersebut memiliki latar belakang dan kebiasaan yang berbeda. Meski begitu, ada beberapa inspirasi yang bisa dipertimbangkan untuk membangun gaya hidup lebih sehat.
Pertama, memperbanyak variasi pangan nabati, seperti sayuran dan kacang-kacangan, sebagai bagian dari pola makan seimbang. Kedua, membiasakan diri tetap aktif melalui olahraga maupun kegiatan sehari-hari.
Ketiga, menjaga hubungan sosial dengan keluarga, teman, dan komunitas. Keempat, menyediakan waktu untuk beristirahat dan menjalani kegiatan yang memberi makna dalam kehidupan.
Namun, tidak ada satu pola hidup yang dapat menjamin seseorang mencapai usia 100 tahun. Umur panjang dipengaruhi banyak faktor, sehingga kebiasaan dari berbagai wilayah tersebut lebih tepat dijadikan inspirasi untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup, bukan sebagai resep pasti untuk hidup lebih lama.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin 5 Wilayah dengan Penduduk Berumur Panjang, dari Okinawa hingga Nicoya Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/Gbm0yqoN-5-wilayah-dengan-penduduk-berumur-panjang-dari-okinawa-hingga-nicoya
(ANN)






Komentar (0)