HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — BTN menawarkan angsuran rumah subsidi di bawah Rp1 juta per bulan melalui skema KPR bertenor hingga 30 tahun. Skema ini menyasar ASN, pekerja, dan pelaku UMKM di Sulsel.
BTN menyampaikan penguasaan 41 persen pangsa KPR subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di wilayah Sulawesi. Inovasi tenor hingga 30 tahun diharapkan memberikan pilihan pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi mengatakan, kolaborasi dengan perbankan diperlukan untuk memperluas akses hunian, terutama bagi ASN dan pelaku UMKM. Pemprov Sulsel juga akan mendorong sosialisasi agar masyarakat memperoleh informasi mengenai berbagai pilihan rumah subsidi.
“Ini yang mau kita diskusikan. Teman-teman pengembang bisnisnya berjalan, ada yang FLPP. Kita mau dorong agar ASN dan pelaku UMKM langsung punya beberapa pilihan hunian terjangkau. Nanti kita perkirakan di sini bisa bikin sosialisasi-sosialisasi untuk itu,” ujar Fatmawati Rusdi, Senin, 19 Oktober 2026.
Selain akses perumahan, Pemprov Sulsel mendorong penguatan UMKM melalui pembinaan dan pendampingan, terutama dalam pemenuhan legalitas usaha serta pengelolaan keuangan. Langkah tersebut dinilai penting agar pelaku usaha lebih siap mengakses pembiayaan perbankan dan mengembangkan bisnis.
“Ketika UMKM sudah di tengah, pasti butuh pembiayaan. Di situ kita butuh mitra. Pemprov dan Pemkab siap mendukung legalitasnya, lalu bersama perbankan kita dorong UMKM ini agar bisa mandiri dan naik kelas,” tambahnya.
Regional Chief Executive Officer (RCEO) BTN Kanwil Sulampua, Romeo Daniel Mekenru van Enst mengatakan, BTN berkomitmen mendukung kebutuhan hunian. Ini sekaligus memperkuat kapasitas usaha UMKM melalui pendampingan administrasi dan keuangan.
“Komitmen Pak Presiden sama Pak Menteri, pencanangan tenor sampai 30 tahun itu bisa kita BTN gulirkan, sehingga angsurannya kecil bisa di bawah Rp1 juta. Selain itu, usaha UMKM juga kita dukung dan dampingi, termasuk menyiapkan form template standar laporan arus kas agar administrasi mereka rapi dan ekosistemnya terbentuk,” ungkap Romeo.
Dukungan terhadap UMKM juga dilakukan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan suku bunga 6 persen. Pendampingan penyusunan laporan arus kas diharapkan membantu pelaku usaha memperbaiki pencatatan keuangan sehingga lebih siap memenuhi persyaratan pembiayaan.
Di sisi digitalisasi, BTN menawarkan platform Sulsel Hub untuk mengintegrasikan produk unggulan daerah melalui program One Village One Product (OVOP), sektor pariwisata, hingga akomodasi. Platform ini diharapkan memperluas akses pasar bagi produk lokal sekaligus memperkuat keterhubungan potensi ekonomi daerah.
Kerja sama tersebut juga mencakup pemanfaatan BTN Healthcare untuk mendukung digitalisasi layanan rumah sakit umum daerah (RSUD) dan badan layanan umum daerah (BLUD). Selain itu, BTN menawarkan optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah melalui Bale Korpora.
“Melalui kolaborasi ini, kerja sama Pemprov Sulsel dan BTN tidak hanya diarahkan pada pembiayaan perumahan, tetapi juga penguatan UMKM serta digitalisasi layanan publik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” bebernya. (edo)






Komentar (0)