Jakarta: Perum Bulog memperkuat jaringan distribusi pangan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau. Hingga kini, Bulog telah menuntaskan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke 107 gerai KDKMP di tujuh provinsi dengan total volume 53,5 ton.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan perusahaan terus mendukung operasionalisasi KDKMP melalui penyediaan beras SPHP serta pemanfaatan koperasi sebagai salah satu titik penyaluran bantuan pangan.
"Langkah ini menjadi wujud komitmen Bulog dalam mendekatkan akses pangan kepada masyarakat sekaligus mendukung penguatan infrastruktur pelayanan pangan dan ekonomi kerakyatan hingga tingkat desa dan kelurahan," kata Rizal di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 20 Oktober 2026.
Bulog telah menyalurkan 53.500 kilogram atau 53,5 ton beras SPHP ke 107 titik KDKMP. Jumlah tersebut setara dengan 10.700 kemasan beras berukuran 5 kilogram. "Seluruh penyaluran tersebut telah terealisasi 100 persen," ujar Rizal.
Penyaluran tersebut tersebar di tujuh provinsi. Jawa Tengah menerima distribusi terbanyak dengan 47 titik KDKMP, disusul Jawa Timur sebanyak 42 titik. Sementara itu, penyaluran di Lampung mencapai lima titik, DKI Jakarta empat titik, Jawa Barat empat titik, Sumatra Selatan empat titik, dan Banten satu titik.
Menurut Rizal, realisasi tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas jangkauan distribusi beras SPHP melalui jaringan koperasi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga :
Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Mitra Bulog Serap Beras PetaniBulog menyatakan kesiapan pasokan beras SPHP untuk memenuhi kebutuhan koperasi. Perusahaan juga tidak membatasi kuota pemesanan beras bagi KDKMP serta terus memperkuat koordinasi agar proses pemesanan, pengiriman, dan pelayanan berjalan lancar.
Secara paralel, Bulog melanjutkan pemenuhan kebutuhan beras SPHP untuk 1.250 titik KDKMP. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat secara bertahap hingga mencapai 8.000 titik.
Perluasan distribusi akan mempertimbangkan kesiapan operasional koperasi, ketersediaan infrastruktur pendukung, serta ketentuan penugasan pemerintah. Langkah ini ditujukan untuk menjaga keberlanjutan distribusi pangan sekaligus memperluas jangkauan layanan ke berbagai wilayah.
Rizal mengatakan pemanfaatan KDKMP sebagai jaringan distribusi beras SPHP dan titik penyaluran bantuan pangan diharapkan dapat memperkuat ketersediaan pangan, memperluas akses masyarakat terhadap beras terjangkau, serta mendorong kegiatan ekonomi kerakyatan di daerah.
(Ilustrasi. Foto: dok Bulog)
KDKMP didorong perluas akses bantuan pemerintahSebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan kehadiran KDKMP merupakan langkah strategis pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
KDKMP juga diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap berbagai program bantuan dan subsidi pemerintah. Program tersebut meliputi pupuk bersubsidi, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan beras, beras SPHP, LPG 3 kilogram, minyak goreng, serta alat dan mesin pertanian (alsintan).
Selain itu, KDKMP direncanakan berperan sebagai agen bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Peran tersebut diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat desa terhadap layanan ekonomi dan keuangan.





Komentar (0)