WZWF Sebut Tata Kelola Zakat Indonesia Berperan Strategis dalam Penguatan Keuangan Islam Global

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Sekretaris Jenderal World Zakat and Waqf Forum (WZWF) Datuk Mohd Ghazali Md Noor menilai tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Indonesia memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem keuangan sosial Islam global melalui pemberdayaan ekonomi, penerapan standar internasional, dan kerja sama antarnegara.

Ghazali menyebut pengelolaan ZIS oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI serta wakaf oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ekonomi syariah di tingkat nasional maupun internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Ghazali dalam kegiatan International Zakat Leader Summit 2026 di Jakarta, Sabtu (17/10/2026), sebagaimana dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

"Saya melihat bahwa arah Indonesia untuk menjadi negara yang memiliki peran penting dalam dunia Islam mendapatkan harapan besar berkat kapasitas intelektual serta sokongan Presiden dengan ada dua badan yang khusus yaitu Baznas dan juga Badan Wakaf Indonesia," katanya.

WZWF Apresiasi Program Zakat Produktif Baznas

Ghazali menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan pengelolaan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, berbagai program zakat produktif yang dijalankan Baznas menjadi salah satu contoh pemanfaatan dana sosial Islam untuk meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat.

Program tersebut mencakup dukungan terhadap kewirausahaan, pengembangan sektor pertanian, bantuan usaha mikro, serta pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat.

"Di Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah mengembangkan berbagai program zakat produktif yang mencakup kewirausahaan, pengembangan pertanian, dukungan bagi usaha mikro, serta pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat," ujarnya.

Ghazali menilai pendekatan tersebut dapat memperkuat peran zakat dalam membantu masyarakat meningkatkan kemandirian ekonomi.

Ia juga mendorong lembaga pengelola zakat terus meningkatkan kualitas tata kelola agar manfaat dana sosial Islam dapat diperluas.

Standar Internasional Dinilai Penting bagi Pengelolaan Zakat

Selain pemberdayaan ekonomi, Ghazali menekankan pentingnya penerapan standar internasional dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

Menurutnya, standar yang diakui secara internasional dapat menjadi pedoman untuk meningkatkan kualitas operasional dan pengawasan lembaga zakat.

Salah satu instrumen yang disorotinya adalah Zakat Core Principles (ZCP) atau Prinsip-Prinsip Inti Zakat.

Prinsip tersebut dikembangkan melalui inisiatif internasional yang melibatkan Bank Indonesia, Baznas, serta Islamic Research and Training Institute dari Bank Pembangunan Islam.

"Pengenalan Zakat Core Principles (ZCP) atau Prinsip-Prinsip Inti Zakat, yang dikembangkan melalui inisiatif internasional dengan melibatkan Bank Indonesia, Baznas, dan Islamic Research and Training Institute dari Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank), merupakan tonggak penting dalam menetapkan prinsip-prinsip bersama untuk penyelenggaraan operasional dan pengawasan zakat yang efektif," ucap Ghazali.

Ia berharap penerapan prinsip tersebut dapat membantu lembaga zakat meningkatkan profesionalisme dan memperkuat kepercayaan masyarakat.

Digitalisasi Zakat Harus Diikuti Penguatan Tata Kelola

Ghazali juga menyoroti pentingnya inovasi teknologi dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat.

Namun, menurutnya, digitalisasi tidak otomatis menghasilkan perubahan apabila tidak didukung tata kelola kelembagaan yang baik.

Pemanfaatan teknologi perlu disertai peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan komitmen lembaga untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Ia menilai transformasi pengelolaan zakat harus berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan dan pemberdayaan penerima manfaat.

Karena itu, inovasi teknologi perlu diterapkan secara bertanggung jawab dan disesuaikan dengan kebutuhan lembaga pengelola zakat.

WZWF Dorong Kolaborasi Zakat Antarnegara

Ghazali menekankan perlunya memperluas kerja sama internasional dalam pengelolaan keuangan sosial Islam.

Menurutnya, berbagai persoalan global seperti kemiskinan, ketimpangan, pengungsian, bencana akibat perubahan iklim, dan kerentanan ekonomi membutuhkan penanganan bersama.

Ia mendorong lembaga zakat dari berbagai negara memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman.

Kerja sama tersebut juga dapat dilakukan melalui pelatihan profesional, bantuan teknis, serta pengembangan kapasitas kelembagaan.

Ghazali berharap kolaborasi internasional dapat mendorong penerapan prinsip tata kelola yang lebih baik dan memperkuat kepercayaan antarlembaga.

"Marilah kita memperkuat tata kelola, merangkul inovasi yang bertanggung jawab, serta memperluas kolaborasi antarlembaga dan antarnegara. Marilah kita membangun ekosistem zakat global yang berlandaskan prinsip-prinsip bersama, keunggulan profesional, dan rasa saling percaya," kata Datuk Mohd Ghazali Md Noor.

Baznas Perkuat Ekonomi Syariah dan Industri Halal

Sementara itu, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi syariah dan kemandirian masyarakat.

Menurutnya, Baznas tidak hanya berfokus pada penghimpunan dan penyaluran dana ZIS, tetapi juga mendukung pengembangan usaha masyarakat.

Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah pendampingan pelaku usaha kecil untuk memperoleh legalitas halal.

Baznas juga menjalankan kegiatan literasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai zakat, infak, dan sedekah.

"Baznas juga mendorong tentang industri halal. Beberapa pengusaha kecil kita dukung untuk mendapatkan legalitas industri halal. Baznas tentu mobilisasi zakat, infak, sedekah. Baznas juga memberikan literasi tentang zakat, infak, sedekah," tutur Sodik Mudjahid.

Melalui penguatan tata kelola, pemberdayaan ekonomi, dan kerja sama internasional, Baznas diharapkan dapat memperluas kontribusi ZIS terhadap kesejahteraan masyarakat dan pengembangan ekonomi syariah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Akar Konflik Antara Saudi dan Houthi Pada Perang Yaman
• 23 jam lalu
0
thumb
Kapolda Metro Dorong Anak SD Belajar AI Sejak Dini, Ini Alasannya
• 17 jam lalu
0
thumb
Jadwal Lengkap Liga Champions 21–22 Oktober 2026: PSG Tantang Barcelona
• 6 jam lalu
0
thumb
Pilkades Digital Cianjur Digelar 8 November 2026, 160 Calon Berebut 47 Desa
• 13 jam lalu
0
thumb
Pramono Ungkap Tawuran Manggarai Dipicu Provokasi Petasan, 6 Orang Ditangkap
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.