Kapolda Metro Dorong Anak SD Belajar AI Sejak Dini, Ini Alasannya

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kapolda Metro Jaya Komisaris Jenderal Polisi Dadang Hartanto mendorong pengenalan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kepada anak-anak sejak sekolah dasar.

Menurutnya, penguasaan teknologi perlu dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta pemahaman yang baik terhadap perkembangan zaman.

Baca Juga :
Kampung Boncos Kembali Disasar, Polisi Ungkap Temuan Mengejutkan
Kapolri Ungkap 98 Kasus Karhutla Korporasi Naik Penyidikan, Pemilik Perusahaan Bisa Terseret

Pesan tersebut disampaikan Dadang saat menghadiri program Polisi Peduli Pendidikan di SD Muhammadiyah 5 Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (19/10/26). Dia mengajak para guru memanfaatkan laboratorium AI sebagai sarana bagi siswa untuk mengenal teknologi sekaligus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi.

“Siapa yang menguasai teknologi, akan menguasai dunia,” kata Dadang.

Dadang menilai, rasa ingin tahu yang dimiliki anak-anak perlu diarahkan melalui proses pembelajaran yang mendorong mereka berpikir logis. Pertanyaan sederhana, seperti bagaimana sebuah mesin bisa berbicara, dapat menjadi awal untuk mengenalkan konsep teknologi sekaligus melatih pola pikir kritis.

"Karena itu, guru didorong memberikan ruang kepada siswa untuk bertanya, bereksplorasi, dan memahami konsep-konsep dasar melalui pembelajaran yang sederhana, menarik, dan berulang," ujarnya.

Dia juga mengingatkan pentingnya metode pembelajaran yang fokus dan mudah dipahami. Materi yang diberikan kepada siswa sebaiknya tidak terlalu padat agar anak dapat memahami pelajaran secara bertahap.

Selain literasi teknologi, Dadang menyoroti pentingnya pendidikan agama yang tidak hanya berorientasi pada hafalan, tetapi juga pemahaman makna dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Salah satunya melalui pembelajaran Al-Quran dengan mengenalkan arti kata demi kata, dilengkapi pemahaman hukum tajwid, sehingga anak tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami nilai-nilai yang diajarkan," kata dia.

Dadang turut menekankan pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman dan saling peduli. Siswa perlu dibiasakan menghormati teman, menghindari perundungan atau bullying, serta berani menceritakan persoalan yang mereka hadapi kepada guru maupun orang tua.

Menurutnya, kehadiran polisi di lingkungan pendidikan juga diharapkan membuat anak-anak mengenal kepolisian sebagai pihak yang dapat memberikan perlindungan dan pertolongan saat dibutuhkan.

"Kehadiran polisi di lingkungan pendidikan juga diharapkan membuat anak-anak semakin mengenal polisi sebagai sahabat yang dapat memberikan perlindungan dan pertolongan, termasuk melalui layanan Polisi 110 dalam keadaan darurat," tutur Dadang.

Baca Juga :
32 Perusahaan Kena Sanksi Gegara Karhutla, 12.926 Hektare Lahan Terbakar di 7 Provinsi
Pelajar 14 Tahun Tewas Ditabrak Pajero di Mampang, Avanza Parkir dan Hyundai Ikut Tertabrak
Kapolri Temui Panglima TNI, Bahas Narkoba Cair Lewat Vape hingga Tambang Ilegal

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
​Tak Berkutik Digerebek, Maling Spesialis Barang Warga Diciduk Tim Cobra!
• 50 menit lalu
0
thumb
Sergio Castel Terharu Disambut Bobotoh, Sebut Persib Punya Tempat Spesial di Hatinya
• 14 jam lalu
0
thumb
Profil Alda Callista, Miss Indonesia 2026 dari Papua Tengah, Latar Belakangnya Luar Biasa
• 12 jam lalu
0
thumb
Kemendagri Siapkan Tim untuk Pantau Perkembangan Harga Cabai di Daerah
• 11 jam lalu
0
thumb
Kedutaan Besar AS Lakukan Kunjungan ke Kantor tvOne, Diskusi Soal Tantangan Media
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.