Kemendagri Siapkan Tim untuk Pantau Perkembangan Harga Cabai di Daerah

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri RI (Sekjen Kemendagri) Tomsi Tohir menyiapkan tim untuk memantau perkembangan harga cabai di daerah. Tim ini sekaligus mengevaluasi penanganan kenaikan harga komoditas tersebut.

Langkah ini dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian RI (Kementan) dan pemerintah daerah (pemda), terutama di wilayah yang mengalami kenaikan harga cabai dan telah menerima bantuan dari pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Tomsi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemda terhadap Program 3 Juta Rumah di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (19/10).

Baca juga: Bima Arya Dorong Humas Jembatani Kebijakan Pemerintah dan Masyarakat

Dalam rapat tersebut, Tomsi menyoroti kenaikan harga cabai yang terjadi di sejumlah kabupaten/kota berdasarkan paparan Badan Pusat Statistik RI (BPS). Komoditas cabai rawit dan cabai merah menjadi perhatian karena kenaikan harganya perlu ditangani agar tetap terjangkau oleh masyarakat.

Untuk menindaklanjuti kondisi tersebut, Kemendagri menyiapkan lima tim yang akan turun ke daerah. Tim tersebut akan memeriksa perkembangan penanganan kenaikan harga cabai, termasuk meninjau hasil bantuan Kementan berupa bibit, pupuk, sarana produksi pertanian (saprodi), dan dukungan lainnya.

"Kami membentuk lima tim, Pak, lima tim untuk berangkat ke daerah yang (harga) cabainya tinggi dan mendapatkan bantuan dari Kementan, baik itu bibit, pupuk, saprodi, dan lain sebagainya. Kami ingin melihat sejauh mana perkembangan atau hasilnya," ujar Tomsi, dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).

Dalam pelaksanaannya, setiap tim akan berkoordinasi dengan perwakilan Kementan dan pemda setempat. Pemantauan tersebut juga ditujukan untuk mengidentifikasi kendala serta mengevaluasi langkah yang telah dilakukan Pemda dalam merespons kenaikan harga cabai.

Baca juga: Mendagri Minta Instansi Perkuat Sistem IT untuk Digitalisasi Perlinsos

Tomsi turut mengingatkan pentingnya pemantauan langsung terhadap harga di pasar. Menurutnya, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) perlu mengetahui kondisi harga aktual agar langkah pengendalian yang diambil sesuai dengan situasi di lapangan.

"Ini untuk masyarakat. Nomor satu adalah bahwa harga-harga dapat terjangkau," tegas Tomsi.

"Ini kewajiban kita," sambungnya.

Melalui pemantauan dan evaluasi tersebut, Kemendagri berharap koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat memperkuat upaya pengendalian harga, khususnya untuk komoditas yang mengalami kenaikan signifikan, sehingga keterjangkauan harga bagi masyarakat tetap menjadi perhatian bersama.




(anl/ega)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sekjen PBB Temui Prabowo di Hambalang, Ini yang Dibahas
• 19 jam lalu
0
thumb
Jadwal Pekan Keenam Super League: Arema Tantang Persija, Madura United Hadapi Persib
• 8 jam lalu
0
thumb
Foto: Ritual Adat Fere Kie di Puncak Gunung Gamalama Maluku Utara
• 19 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Bangun Kampung Nelayan: Progres dan Target Pembangunan Hingga 2029
• 4 jam lalu
0
thumb
Cuaca Jatim Dominan Cerah Awal Pekan, Suhu Surabaya Bisa Capai 37 Derajat Celsius
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.