Saham bank-bank jumbo kompak menguat pada perdagangan Selasa (20/10). Penguatan terjadi setelah saham-saham itu tertekan selama dua hari perdagangan berturut-turut menyusul pengumuman penyedia indeks global MSCI pada Jumat (16/10) pekan lalu.
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memimpin penguatan dengan kenaikan lebih dari 8%. Berdasarkan data perdagangan intraday pukul 11.05 WIB, saham bank pelat merah itu melonjak 8,33% atau naik ke level Rp 3.640. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyusul dengan kenaikan 6,69% ke posisi Rp 2.710.
Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat 7,09% ke harga Rp 3.170. Adapun saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 3,11% atau 150 poin ke level Rp 4.970.
Penguatan saham perbankan terjadi seiring dengan pembalikan arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hingga pukul 11.16 WIB, IHSG melonjak 3,62% ke level 5.166,47. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat menjadi Rp 9.025 triliun, sedangkan nilai transaksi tercatat mencapai Rp 8,62 triliun.
Sebelumnya, IHSG merosot tajam selama dua hari perdagangan berturut-turut setelah MSCI mengumumkan kebijakan pada Jumat (16/10). Tekanan tersebut turut membayangi saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
Di tengah penguatan saham bank jumbo, BRI Danareksa Sekuritas menilai saham BBNI mengalami technical rebound setelah memantul dari area major support Rp 2.865–3.000. Pergerakan tersebut disertai lonjakan volume transaksi yang mengindikasikan respons beli di area tersebut.
Kendati demikian, harga BBNI masih berada di bawah moving average 20 hari (MA20) pada level Rp 3.380. Indikator moving average convergence divergence (MACD) juga masih negatif dan berada di bawah garis sinyal, sehingga tren jangka pendek saham tersebut masih bearish.
Secara teknikal, rebound BBNI berpotensi berlanjut menuju area resisten Rp 3.128–3.310. Sementara itu, MA20 di level Rp 3.380 menjadi resistansi lanjutan yang perlu dicermati.
“Selama harga bertahan di atas area support Rp 2.865–3.000, peluang pemulihan teknikal masih terbuka. Namun, konfirmasi penguatan lanjutan tetap diperlukan karena momentum bearish belum sepenuhnya mereda,” tulis analis BRI Danareksa, Selasa (20/10).
Penafian:
Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.





Komentar (0)