Pantau - Pesawat tempur Israel melancarkan sedikitnya tujuh serangan udara terhadap sejumlah permukiman dan wilayah di Lebanon selatan pada Senin (19/10/2026), di tengah berlanjutnya operasi militer Israel di kawasan perbatasan kedua negara.
Informasi tersebut disampaikan sumber militer Lebanon kepada kantor berita RIA Novosti pada Senin.
Serangan dilaporkan menyasar sejumlah lokasi, termasuk Lembah al-Khujayr, Kfar Tebnit, Hodeita, Barashit, dan Talousa.
Sumber militer Lebanon menyebut sedikitnya tujuh serangan udara telah tercatat di lima distrik wilayah selatan negara tersebut.
Hingga laporan tersebut disampaikan, belum terdapat informasi mengenai jumlah korban jiwa maupun kerusakan terbaru akibat rangkaian serangan udara itu.
Pesawat Tempur Israel Serang Sejumlah Wilayah Lebanon SelatanSumber militer Lebanon menjelaskan bahwa serangan udara Israel terjadi di beberapa lokasi yang tersebar di wilayah selatan negara tersebut.
Lembah al-Khujayr dan kawasan pinggiran permukiman Kfar Tebnit menjadi dua lokasi yang dilaporkan mendapat serangan pesawat tempur Israel.
Selain itu, serangan udara juga dilancarkan terhadap permukiman Hodeita dan kawasan pinggiran Barashit.
Satu serangan lainnya dilaporkan menghantam wilayah pinggiran Talousa.
“Pesawat Israel menyerang wilayah Lembah al-Khujayr dan pinggiran permukiman Kfar Tebnit. Dua serangan udara lainnya dilancarkan ke permukiman Hodeita dan pinggiran Barashit, sementara satu serangan menghantam pinggiran Talousa,” kata sumber militer Lebanon kepada RIA Novosti.
Sumber tersebut menambahkan bahwa jumlah serangan udara yang terpantau sejauh ini mencapai sedikitnya tujuh kali.
Rangkaian serangan itu tercatat berlangsung di lima distrik yang berada di bagian selatan Lebanon.
Laporan tersebut belum merinci sasaran militer yang dituju dalam setiap serangan maupun dampaknya terhadap penduduk setempat.
Israel Masih Jalankan Operasi Militer Sejak Awal MaretSerangan udara terbaru tersebut terjadi ketika pasukan Israel masih menjalankan operasi militer di Lebanon selatan.
Menurut laporan sumber militer Lebanon, operasi militer Israel di wilayah tersebut telah berlangsung sejak awal Maret 2026.
Hingga Oktober 2026, pasukan Israel dilaporkan masih menguasai sebagian kawasan perbatasan Lebanon.
Keberadaan pasukan Israel di wilayah tersebut menjadi bagian dari situasi keamanan yang terus berlangsung di Lebanon selatan.
Operasi militer yang belum berakhir juga berkaitan dengan pembatasan akses masyarakat terhadap sejumlah kawasan permukiman di dekat perbatasan.
Lebih dari 55 Permukiman Ditetapkan sebagai Zona PenyanggaSelain melanjutkan operasi militer, pihak Israel dilaporkan telah menetapkan lebih dari 55 permukiman di dekat perbatasan sebagai zona penyangga.
Penetapan kawasan tersebut berdampak terhadap warga setempat karena mereka dilarang kembali ke rumah masing-masing.
Pembatasan itu berlaku terhadap permukiman yang berada di wilayah perbatasan dan termasuk dalam zona yang ditetapkan pihak Israel.
Akibatnya, warga yang sebelumnya tinggal di kawasan tersebut belum dapat kembali menempati rumah mereka.
Laporan yang tersedia belum menyebutkan jumlah penduduk yang terdampak larangan kembali ke permukiman tersebut.
Situasi ini berlangsung bersamaan dengan operasi militer dan serangan udara yang masih dilaporkan terjadi di Lebanon selatan.
Kondisi Korban dan Kerusakan Belum DirinciSumber militer Lebanon telah mengonfirmasi sedikitnya tujuh serangan udara di lima distrik, tetapi belum memberikan rincian mengenai korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.
Belum ada pula informasi dalam laporan tersebut mengenai kemungkinan operasi lanjutan setelah serangan pada Senin.
Rangkaian serangan terbaru menambah laporan aktivitas militer Israel di Lebanon selatan yang telah berlangsung sejak awal Maret 2026.
Sementara itu, lebih dari 55 permukiman di kawasan perbatasan masih ditetapkan sebagai zona penyangga yang tidak dapat dimasuki kembali oleh warga setempat.





Komentar (0)