Aliansi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil yang terhimpun dalam Komite Sadar (Seruan Kedaulatan Rakyat) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10).
Aksi digelar dengan tujuan mendesak evaluasi serta menagih akuntabilitas atas dua tahun berjalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa mulai memadati pelataran Tugu Tani sejak pukul 15.00 WIB. Perwakilan BEM UI bersama elemen sipil bergantian menyampaikan orasi dari atas mobil komando.
Mereka merespons berbagai isu mendesak mulai dari krisis kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga merosotnya perekenomian.
Dalam aksi tersebut, Koordinator Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, bersama beberapa jajaran mahasiswa sengaja tidak mengenakan jas almamater kampus.
Menurutnya, langkah ini dilakukan sebagai simbol bahwa gerakan yang diusung bukan sekadar representasi institusi akademis tertentu, melainkan bentuk peleburan murni bersama seluruh lapisan masyarakat sipil.
Sembari menggunakan pengeras suara, Hafidz memberi instruksi kepada seluruh peserta demo untuk mengacungkan tiga jari tangan mereka ke udara sebagai penanda protes terbuka.
"Tiga jari ini adalah lambang kemarahan kita dan kekecewaan kita, lambang perlawanan masyarakat atas pemimpin yang gagal" ujar Hafidz menyampaikan orasinya di Tugu Tani.
Sebelumnya, BEM UI mengatakan aksi yang digelar bersamaan dengan dua tahun jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka menyoroti maraknya masalah dalam kepemimpinan Prabowo.
"Dua tahun perjalanan rezim Prabowo-Gibran, apa yang benar-benar dirasakan oleh rakyat? Hutan kita masih terus dibakar dengan asap mengepung permukiman," demikian bunyi unggahan BEM UI dalam akun Instagram mereka, Senin (20/10).





Komentar (0)