We Pause We Rise angkat isu perimenopause lewat RISE & BLOOM

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Perubahan hormonal selama perimenopause dan menopause dapat memengaruhi kondisi fisik, emosional, hingga kualitas hidup perempuan, namun isu kesehatan tersebut masih jarang dibicarakan secara terbuka di masyarakat.

Untuk meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan perempuan pada fase tersebut, We Pause We Rise bersama Magnolia Collective Wellness menghadirkan RISE & BLOOM di Hallf Patiunus, Jakarta Selatan, Minggu (18/10), bertepatan dengan peringatan Hari Menopause Sedunia 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan diskusi edukasi bersama tenaga medis dan praktisi untuk membahas berbagai aspek kesehatan perempuan, mulai dari perubahan hormonal, gejala perimenopause dan menopause, pilihan penanganan, nutrisi, kesehatan mental, hingga kesehatan seksual dan intimasi.

Baca juga: Kebiasaan yang bantu tingkatkan kualitas tidur saat perimenopause

Baca juga: Studi sebut wanita 40 persen berisiko alami depresi saat perimenopause

“RISE & BLOOM menghadirkan serangkaian sesi diskusi edukasi bersama para ahli dan praktisi untuk membahas berbagai aspek kesehatan perempuan, dengan topik yang diangkat mencakup perubahan hormonal, gejala perimenopause dan menopause, pilihan penanganan, termasuk terapi penggantian hormon (Hormone Replacement Therapy atau HRT), nutrisi, kesehatan mental, mindfulness, serta kesehatan seksual dan intimasi,” kata Chief Medical Officer Magnolia Collective Wellness Indonesia dr. Dinda Derdmeisya, Sp.OG, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Perimenopause merupakan masa transisi menuju menopause yang ditandai dengan perubahan hormonal. Pada fase tersebut, perempuan dapat mengalami berbagai perubahan fisik dan emosional yang berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, menopause merupakan fase alami dalam kehidupan perempuan yang membutuhkan pemahaman mengenai perubahan tubuh, gejala yang mungkin muncul, serta pilihan penanganan sesuai kondisi masing-masing.

Pendiri We Pause We Rise Mia Lukmanto mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menyediakan ruang yang aman bagi perempuan untuk mendapatkan informasi, berbagi pengalaman, dan membangun dukungan komunitas dalam menghadapi perubahan pada fase kehidupan tersebut.

Baca juga: Sembelit jadi gejala umum pada masa perimenopause

“We Pause We Rise ingin mengubah cara perempuan memandang perimenopause dan menopause. Fase ini bukanlah akhir dari perjalanan seorang perempuan, melainkan awal dari babak baru yang tetap penuh potensi, kekuatan, dan kesempatan untuk bertumbuh,” kata Mia.

Ia mengatakan akses terhadap informasi yang tepat dan dukungan komunitas dapat membantu perempuan memahami perubahan yang dialami tubuhnya serta menjalani fase tersebut dengan lebih percaya diri.

Selain diskusi kesehatan, RISE & BLOOM menghadirkan berbagai aktivitas yang menggabungkan kebugaran, relaksasi, ekspresi diri, dan interaksi sosial. Peserta juga mengikuti pengenalan latihan kekuatan serta menyaksikan “Runway After 40”, peragaan busana yang merayakan kepercayaan diri dan ekspresi personal perempuan berusia di atas 40 tahun.

Sejumlah pembicara turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Co-Founder Lovepink Madelina Mutia, psikolog dan seksolog klinis Zoya Amirin, serta dokter spesialis gizi klinik dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, FINEM, dari Halofit by Halodoc.

Melalui RISE & BLOOM, penyelenggara mendorong pembahasan mengenai kesehatan perempuan pada usia paruh baya agar berlangsung lebih terbuka, disertai akses terhadap informasi medis terpercaya dan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan perempuan.

Baca juga: Karakteristik unik wanita Indonesia saat alami peralihan menopause

Baca juga: Studi ungkap banyak perempuan belum kenali tanda perimenopause

Baca juga: Enam kebiasaan baik sebelum tidur bagi perempuan usia 50 tahun ke atas


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Guterres Peringatkan Risiko Pembersihan Etnis di Wilayah Palestina yang Diduduki
• 21 jam lalu
0
thumb
Geger Rekaman CCTV, Oknum Kepala Puskesmas Sragi 2 Diduga Gondol Aset
• 20 jam lalu
0
thumb
Perkuat Kemandirian Desa, Koperasi Merah Putih Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat
• 5 jam lalu
0
thumb
Pemukulan Koordinator BEM UI! Polisi Analisis Rekaman CCTV Kasus Penganiayaan, Pelaku Diselidiki
• 3 jam lalu
0
thumb
Prancis Rusuh, Jam Malam Diberlakukan di Sejumlah Kota
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.