Gunung Anak Krakatau Tiga Kali Erupsi Pagi Ini, Warga Dilarang Mendekat Radius 5 Km

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Lampung, mengalami tiga kali erupsi pada Selasa (20/10/2026) pagi.

Gunung Anak Krakatau Tiga Kali Erupsi Pagi Ini, Warga Dilarang Mendekat Radius 5 Km. (Foto: Dok. PVMBG)

IDXChannel - Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Lampung, mengalami tiga kali erupsi pada Selasa (20/10/2026) pagi. Erupsi terjadi pada pukul 06.27 WIB, 06.40 WIB, dan 06.57 WIB.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu dari ketiga erupsi tersebut tidak teramati. Sementara itu, CCTV lapangan untuk sementara dalam kondisi mati atau off dan tertutup abu vulkanik.

Baca Juga:
Erupsi Anak Krakatau Tak Selalu Berujung Tsunami, Ini Penjelasan Ahli

"CCTV tertutup abu vulkanik. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," tulis PVMBG dalam keterangannya.

Pada erupsi pertama pukul 06.27 WIB, aktivitas vulkanik terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 67 milimeter dan durasi sementara sekitar 3 menit 53 detik.

Baca Juga:
Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga 1,8 Km Mengarah ke Pandeglang dan Banten

Erupsi kedua terjadi pada pukul 06.40 WIB dengan amplitudo maksimum 49 milimeter dan durasi sementara sekitar 45 detik. Sementara itu, erupsi ketiga terjadi pada pukul 06.57 WIB dengan amplitudo maksimum 52 milimeter dan durasi sekitar 32 detik.

Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III atau Siaga. PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki untuk tidak memasuki maupun melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Baca Juga:
Anak Krakatau Erupsi 3 Kali dalam 9 Menit Pagi Ini, Radius Bahaya 5 Km

Selain itu, masyarakat dan pengunjung dilarang memasuki area dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.

PVMBG juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

"Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau," tulis PVMBG dalam rekomendasinya.

PVMBG turut mengimbau masyarakat di wilayah pantai Banten dan Lampung agar tetap tenang dan tidak mempercayai isu mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami.

"Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat," imbau PVMBG. (Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga CPO Rebound, Ditopang Kenaikan Permintaan dan Ekspor
• 2 jam lalu
0
thumb
Indonesia Disalahkan Soal Asap Karhutla, Dave Ungkit Korporasi Lintas Negara
• 1 jam lalu
0
thumb
Chery Bikin Motor Listrik Murah Mirip Yamaha Fino, Harganya Cuma Rp5 Jutaan?
• 6 jam lalu
0
thumb
Literasi Keuangan Sulsel Tertinggal dari Nasional
• 4 jam lalu
0
thumb
Dudung Sebut Usulan Bantuan Karhutla dari Singapura Dikoordinasikan dengan BNPB
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.