JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menilai fundamental ekonomi Indonesia masih solid di tengah tantangan geopolitik global yang semakin kompleks menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengatakan, kondisi global saat ini menghadirkan tantangan besar yang tidak hanya dirasakan Indonesia, tetapi juga negara-negara lain.
Meski demikian, OJK memandang perekonomian domestik masih memiliki fundamental yang baik.
“Secara global enggak mudah sama sekali. Tapi kan teman-teman juga lihat ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi di negara-negara lain. Ini juga luar biasa, secara geopolitik dan lain-lain tantangannya sangat, sangat besar,” kata Frederica di Istana Kepresidenan, Senin, 19 Oktober 2026.
BACA JUGA:Dukung Reformasi Usai IHSG Ambruk, PAEI Desak Transparansi OJK dan BEI
Selain fundamental ekonomi nasional, OJK juga menilai kondisi emiten di pasar modal masih menunjukkan kinerja yang positif.
Hal itu tercermin dari peningkatan pendapatan dan laba perusahaan tercatat pada kuartal II dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kalau melihat juga fundamental emiten kita baik, dan seterusnya. Jadi kalau laporan dari Q2 kan pendapatan naik dan juga laba perusahaan emiten juga terus meningkat dari tahun sebelumnya,” katanya.
BACA JUGA:Petrindo Jaya Kreasi Buka Suara Usai OJK Jatuhkan Sanksi, Operasional Perusahaan Tetap Normal
Di tengah ketidakpastian global, OJK mendorong masyarakat, khususnya investor pasar modal, untuk mengambil keputusan investasi secara lebih rasional dengan mempertimbangkan fundamental perusahaan dan berorientasi jangka panjang.
Menurutnya, pemahaman terhadap fundamental emiten menjadi penting agar investor dapat melihat peluang investasi secara lebih menyeluruh, bukan semata-mata merespons dinamika pasar dalam jangka pendek.
BACA JUGA:IHSG Ambruk Usai Pengumuman MSCI, OJK Jatuhkan Sanksi kepada 3 Emiten Ini
Lebih lanjut, OJK menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas sektor keuangan bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui koordinasi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
"Kami terus mendukung intinya bagaimana sektor keuangan ini dapat semakin berkontribusi terhadap pembangunan nasional dan juga meningkatkan kesejahteraan, masyarakat," imbuhnya.






Komentar (0)