PLN Batam Beberkan Temuan soal Blackout: CCTV Bergeser, Ada Hewan Liar

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Penyebab pemadaman listrik massal yang melanda Batam dan Bintan pada Senin (12/10/2026) masih menjadi tanda tanya. Sejumlah kejanggalan di Gardu Induk Sei Harapan kini menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian, termasuk perubahan posisi kamera pengawas (CCTV) sehari sebelum gangguan terjadi.

Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo mengatakan, berdasarkan rekaman yang diperiksa, posisi kamera CCTV di lokasi telah bergeser pada Minggu (11/10) sekitar pukul 18.43 WIB.

“Berdasarkan rekaman, kamera tersebut telah bergeser pada Minggu, sekitar pukul 18.43 WIB, sehari sebelum gangguan terjadi,” kata Kwin Fo, Minggu (18/10).

Perubahan posisi kamera tersebut membuat trafo yang mengalami percikan api tidak lagi terlihat jelas dalam rekaman CCTV.

Selain perubahan posisi CCTV, PLN Batam juga menemukan sejumlah kejanggalan setelah insiden di gardu induk tersebut. Petugas yang tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB tidak menemukan bangkai maupun keberadaan hewan liar.

Namun, sekitar pukul 10.30 WIB, petugas melihat seekor satwa dalam kondisi terluka di bawah trafo. Pada saat yang sama, kawat pengaman berarus listrik di pagar gardu induk juga terdeteksi padam saat insiden berlangsung.

"Ketika petugas melakukan pengecekan pada pagi hari usai kejadian, hewan liar itu tidak ada, kita tidak melihat. Tapi di jam 10.30 WIB saat tim lain turun ke lokasi ada hewan liar baru terduduk di bawah trafo dalam keadaan lemas dan luka bakar," ucapnya.

Sebelumnya, gangguan kelistrikan tersebut sempat diduga berkaitan dengan masuknya hewan liar ke area gardu induk. Meski demikian, penyebab pasti pemadaman yang melanda Batam dan Bintan itu masih diselidiki Bareskrim Polri bersama Polda Kepulauan Riau.

PLN Bantah Blackout Berkaitan dengan Pengujian Data Center

Di tengah penyelidikan tersebut, beredar informasi yang mengaitkan pemadaman listrik massal dengan pengujian operasional pusat data (data center) di Batam.

PLN Batam membantah informasi tersebut. Kwin Fo menegaskan, pemadaman pada 12 Oktober 2026 tidak berkaitan dengan aktivitas pusat data, termasuk proses pengujian atau commissioning yang disebut-sebut membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar.

“Pemadaman meluas yang terjadi sama sekali tidak ada sangkut paut dengan data center,” ujar Kwin.

Ia juga membantah informasi mengenai pengujian operasional pusat data yang membutuhkan daya sangat besar.

Menurut Kwin, ekosistem pusat data di Batam saat ini belum beroperasi secara penuh. Ketika mulai beroperasi, penggunaan listrik untuk sektor tersebut diperkirakan masih berada di bawah 10 persen dari total kapasitas kelistrikan Batam.

Cadangan Daya Diklaim Mendekati 20 Persen

PLN Batam menyebut sistem kelistrikan di wilayahnya memiliki daya pasok sebesar 930 megawatt (MW), dengan beban listrik sekitar 780 MW. Berdasarkan angka tersebut, perusahaan mengeklaim masih memiliki cadangan daya yang mendekati 20 persen.

Ke depan, kapasitas pasokan listrik ditargetkan meningkat menjadi 1.300 MW pada 2027. Peningkatan tersebut direncanakan melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta pemanfaatan Battery Energy Storage System (BESS) atau sistem penyimpanan energi berbasis baterai.

Meski PLN telah membantah keterkaitan pemadaman dengan pengujian pusat data dan menyatakan sistem kelistrikan masih memiliki cadangan daya, penyebab gangguan di Gardu Induk Sei Harapan hingga kini belum dipastikan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pengamat UI Dorong Penguatan Regulasi agar Kekayaan Intelektual Bisa Jadi Jaminan Pembiayaan Ekonomi Kreatif
• 11 jam lalu
0
thumb
Polisi buru pemilik narkoba etomide senilai Rp2,8 miliar di PIK
• 15 jam lalu
0
thumb
Hilang 14 Hari, Ayah Dua Anak Ditemukan Tewas Membusuk di Sawah Sidoarjo
• 13 jam lalu
0
thumb
Mantan Supir Jadi Tersangka Akses Ilegal, Inara Rusli Nangis: Perasaan Campur Aduk
• 6 jam lalu
0
thumb
PM Malaysia Usul Kerja Sama Tingkat ASEAN Tangani Asap Karhutla RI
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.