Innalilahi, Rumah Ibu dan Makam Adik Evi Masamba Terbakar Imbas Karhutla

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di pulau Kalimantan membuat kecemasan pedangdut Evi Masamba meningkat. Tak hanya karena sang ibu tinggal di sana, namun ada kabar buruk soal makam sang adik.

Ibunda pendangdut Evi Masamba yang tinggal di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menjadi salah satu korban kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla. Rumah yang kini ditempati ibu dan dua adik Evi nyaris terbakar beberapa waktu lalu.

Diceritakan Evi, rumah yang ditempati ibunya ini memang berada di dekat area hutan. Beberapa waktu lalu, ketika area hutan dilalap si jago merah, bagian rumah sang ibu ikut terbakar. Namun beruntung, rumah itu berhasil diselamatkan dari amukan api.

“(Area hutan yang terbakar) dekat banget, karena rumah ibu di Palangkaraya, belakangnya hutan, rumah ibu hampir kebakar, karena angin dan daun ini terbang dan kena atap,” kata Evi saat menjadi bintang tamu acara Pagi Pagi Ambyar TransTV, Senin (19/10/2026).

Meski kini rumah yang ditempati ibunda Evi sudah terbilang aman dari amukan api, namun asap hasil pembakaran lahan masih menjadi momok menakutkan bagi kesehatan. Saking pekatnya, ibunda Evi sampai kesulitan untuk sekadar bernapas di dalam rumahnya sendiri.

“Asap masih, ibu bilang untuk tidur saja gak nyenyak sama sekali,” kata Evi.

“Kebanyakan pada kena ISPA, ibu itu sesak napas, itu asap sudah sampai dalam rumah, kalau video call itu kelihatan itu putih apa, itu asap,” kata Evi.

Makam Adik yang Terbakar

Evi Masamba sempat dikritik lantaran tak mengajak ibu dan keluarganya di Palangkaraya, untuk mengungsi ke Jakarta. Evi mengaku sudah sempat menawarkan, namun ia ditolak oleh sang ibu.

Ibunda Evi memilih untuk tetap berada di Palangkaraya untuk menjaga rumahnya. Apalagi, kata Evi, sang bunda memiliki hewan peliharaan yang kehidupannya bergantung kepada ibunda Evi.

 

 

“Waktu itu aku sudah pernah ajak ibu ke Jakarta, tapi gak mau,” kata Evi.

“Kalau andaikan ibu jadi ke Jakarta waktu itu, bisa jadi rumah itu habis terbakar, waktu itu ibu nolak ke Jakarta, untungnya mama tetap di sana, jadi bisa langsung siram,” kata Evi.

“Tapi, aku pantau setiap hari, mama bilang kalau ke Jakarta itu bagaimana kucingnya, sempat pengin mengungsi ke Kalimantan Barat, kalau jadi mengungsi itu rumah terbakar,” kata Evi.

Selain kondisi ibunda yang mengkhawatirkan, Evi juga menceritakan kisah pilu lain. Makam sang adik bungsu, ternyata juga dilahap si jago merah.

“Makam adik Evi yang terakhir juga ikut terbakar,” kata Evi sedih.

“Yang ngabarin mama, ‘Nak kuburan adik terbakar’, karena itu adik Evi yang terakhir, iya ibu sedih, semua (makam) yang ada di situ terbakar, setiap hari aku mantau kondisi ibu, semoga baik-baik saja, cepat terselesaikan,” kata Evi.

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Zelensky Bicara dengan Utusan AS di Tengah Perselisihan dengan Trump
• 19 jam lalu
0
thumb
Menko Dudung Minta Masyarakat Jangan Percaya Isu Pemerintah Tidak Bekerja Tangani Karhutla
• 1 jam lalu
0
thumb
Turunkan Klasifikasi Pasar Modal Indonesia ke Standalone Market, BEI Bakal Temui MSCI
• 4 jam lalu
0
thumb
Tawuran Manggarai Berulang, Pramono Dukung Bangun Posko Bersama TNI-Polri
• 8 jam lalu
0
thumb
Peristiwa 19 Oktober: Tragedi Bintaro 1987 hingga Timor Leste Pisah dari Indonesia
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.