Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan, anggaran Rp 100 miliar untuk program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bagi warga Jakarta, telah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kendati besaran anggaran telah ditetapkan, Pramono menyebut jumlah mahasiswa yang akan menerima beasiswa masih akan dikonsultasikan dengan LPDP pusat.
“Yang berkaitan dengan LPDP, dana yang 100 itu sudah masuk dalam APBD yang ada,” ujar Pramono di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10).
Ia menerangkan, jumlah penerima beasiswa yang direncanakan berkisar 50 hingga 75 mahasiswa. Penentuan jumlah itu akan dibahas bersama LPDP pusat karena pelaksanaan program pada tahap awal dilakukan melalui kerja sama kedua pihak.
“Mengenai jumlah antara 50 sampai 75 tentunya itu angka yang akan kami konsultasikan nanti dengan LPDP pusat, karena tetap di tahap awal penyelenggaraannya bersama-sama dengan LPDP pusat, tetapi yang memilih, menentukan sepenuhnya adalah Pemerintah DKI Jakarta,” tuturnya.
Pemprov DKI Jakarta menghadirkan program beasiswa LPDP bagi pelajar asal Jakarta untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Rencana tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendidikan tinggi dan membuka kesempatan bagi putra-putri Jakarta agar dapat mengembangkan kompetensi di tingkat internasional.
Program yang diberi nama Beasiswa Jakarta Unggul itu ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Syarat khusus yang telah disampaikan Gubernur Pram adalah memiliki KTP DKI Jakarta, sementara mekanisme seleksi direncanakan mengacu pada ketentuan LPDP pusat. Lulusan penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) juga berpeluang mendaftar untuk melanjutkan studi S2 atau S3.
Sejumlah perguruan tinggi luar negeri, termasuk New York University dan Columbia University, serta kampus di Inggris dan Australia, telah membuka peluang kerja sama.






Komentar (0)