IHSG  Tenggelam Makin Dalam

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menembus titik terlemah sepanjang 2026. Di saat yang sama, nilai rupiah terhadap dolar AS makin tertekan.

Demikian dua variabel menandai pasar keuangan di awal pekan ini setelah terguncang hebat pada Jumat (16/10/2026). Hal ini menyusul peringatan Morgan Stanley Capital International yang bisa mengeluarkan pasar saham nasional dari klasifikasi emerging market atau standalone market.

IHSG dibuka melorot pada pembukaan perdagangan Senin (19/10/2026). Di posisi 4.961,88, IHSG turun 223,22 poin atau 4,31 persen dari penutupan perdangan pekan lalu.

Baca JugaIHSG Sentuh Level Terlemah 2026 Setelah MSCI Ancam Karantina Bursa

Apabila dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada 15 Oktober 2026, sehari sebelum pengumuman MSCI, posisi ISHG hari ini telah merosot hingga 15,38 persen atau ambrol 901,90 poin dari 5.863,78.

Tembusnya level pasar saham di titik terendah sepanjang 2026 sebelumnya sudah terjadi pada Juni 2026, yakni di level 5.342,14. Bila dibandingkan dengan posisi awal 2026, IHSG turun 39 persen dari level 8.748,13 per 2 Januari 2026.

Di hari yang sama, rupiah berada di level psikologis sekitar Rp 18.000 - Rp 18.020 per dolar AS. Pergerakan ini cenderung stagnan dan melemah tipis apabila dibandingkan dengan akhir pekan lalu (16/10/2026) di Rp 18.027 per dolar berdasarkan data pasar spot Bloomberg.

Depresiasi rupiah mencerminkan tekanan terhadap pasar keuangan domestik di tengah meningkatnya ketidakpastian investasi. Meski pergerakannya relatif terbatas, posisi rupiah di kisaran Rp 18.000 per dolar AS menunjukkan tekanan nilai tukar masih berlangsung.

Baca JugaImbas MSCI, Rupiah Tembus Rp 18.000

Tekanan ini berisiko makin berat akibat arus keluar modal asing seiring meningkatnya persepsi risiko investasi Indonesia. Namun, besarnya pengaruh sentimen MSCI terhadap rupiah perlu ditelusuri melalui data aliran modal asing.

Rupiah yang terus melemah juga berisiko meningkatkan biaya impor bahan baku dan energi. Dampaknya, beban produksi pelaku usaha menggelembung serta harga barang di dalam negeri meningkat.

Kepala Ekonomi Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, Senin (19/10/2026), berpendapat, kepercayaan investor di pasar saham Indonesia merosot tajam setelah MSCI mengumumkan potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia. Guna memulihkan kepercayaan tersebut, likuiditas domestik perlu didorong agar kembali mengalir ke pasar saham.

Fakhrul menilai, pendalaman pasar saham tidak cukup hanya mengandalkan pemulihan sentimen investor. Agenda ini membutuhkan peran investor institusional domestik, seperti BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, dana pensiun, dan perusahaan asuransi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), ia menilai, dapat mendorong optimalisasi peran institusi tersebut dalam menopang pasar saham.

Baca JugaPasar Modal Heboh, Calon dan Investor Muda Harus Bagaimana dan ke Mana?

“Seharusnya pasar saham tidak turun sedalam ini karena ada hal yang disebut sebagai dislokasi likuiditas. Ada likuiditas, tetapi likuiditas ini posisinya risk averse,” ujar Fakhrul.

Menurut Fakhrul, kondisi tersebut menunjukkan likuiditas tersedia di dalam negeri, tetapi investor cenderung menghindari risiko sehingga belum tersalurkan secara optimal ke pasar saham. Peningkatan porsi investasi saham oleh investor institusional domestik dinilai dapat membantu memulihkan kepercayaan pasar dan meredam tekanan penurunan indeks.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gattuso Ungkap Rahasia Lazio Bisa Hancurkan Juventus 3-0 di Liga Italia: Keberanian dan Mentalitas Jadi Kunci
• 27 menit lalu
0
thumb
UN Secretary-General’s Message to Indonesian Peacekeepers Bound for the Central African Republic
• 2 jam lalu
0
thumb
Sekjen Kemendagri Siapkan Tim untuk Evaluasi Penanganan Kenaikan Harga Cabai
• 3 jam lalu
0
thumb
Menko Muhaimin: Sekolah Rakyat Bukan Sekadar Pendidikan, tetapi Jalan Pemberdayaan
• 6 jam lalu
0
thumb
Pramono Gratiskan RS dan Puskesmas Jakarta bagi Warga Terdampak Asap Karhutla
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.