Pramono Gratiskan RS dan Puskesmas Jakarta bagi Warga Terdampak Asap Karhutla

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiagakan seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk melayani warga yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pramono mengatakan, sebanyak 31 rumah sakit (RS), 44 puskesmas, dan 292 pembantu puskesmas telah disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Ia menegaskan, layanan tersebut terbuka bagi siapa pun yang terdampak asap, tidak terbatas pada warga yang memiliki KTP Jakarta.

BACA JUGA:Kondisi Udara Jakarta Memburuk, Pramono Siagakan Seluruh Fasilitas Kesehatan

“Semua rumah sakit yang ada, 31 untuk yang dimiliki oleh Pemda DKI, 44 puskesmas, 292 pembantu puskesmas sekarang ini semuanya sudah disiagakan untuk siapa pun,” kata Pramono di Jakarta Timur pada Senin, 19 Oktober 2026.

Menurut Pramono, masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap dapat mendatangi rumah sakit, puskesmas, maupun pembantu puskesmas yang telah disiagakan Pemprov DKI Jakarta.

“Bukan hanya KTP Jakarta, tapi siapa pun yang menggunakan puskesmas ataupun pembantu puskesmas atau rumah sakit itu dipersilakan, selama yang bersangkutan terindikasi terkena hal yang berkaitan dengan asap dan sebagainya,” ujarnya.

Pramono menyebut pelayanan bagi warga terdampak asap tersebut sudah berjalan.

Namun, ia mengaku belum mengetahui jumlah warga yang telah memanfaatkan layanan kesehatan tersebut karena masih menunggu laporan dari Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

"Saya belum mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan, tapi sudah berlangsung," pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau sebaran asap karhutla mulai menjauhi wilayah Jawa bagian Barat, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), sejak Sabtu, 17 Oktober 2026.

BACA JUGA:Masjid Apung An-Nur Ancol Resmi Difungsikan, Destinasi Wisata Religi Kapasitas 900 Jemaah

Meski demikian, BMKG masih mendeteksi sisa sebaran asap di Pesisir Barat Banten pada ketinggian sekitar 10.000–18.000 kaki atau 3–5,4 kilometer. 

Sementara itu, hasil pemantauan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 08.00, 10.00, dan 13.00 WIB menunjukkan sebaran asap karhutla di wilayah tersebut mulai bergerak menjauh secara bertahap. 

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa perubahan arah dan pergerakan angin yang mulai melemah pada ketinggian tersebut memengaruhi pergeseran sebaran asap dari wilayah Jawa.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, KPK Tetapkan 5 Tersangka dan Sita Barang Bukti Miliaran Rupiah
• 13 jam lalu
0
thumb
Kabar Duka! Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia, Ini Sosok yang Dikenal Saat Kasus Brigadir J
• 2 jam lalu
0
thumb
Pakar Ungkap Kasus Peracunan oleh Kaum Berpendidikan Tinggi di Tiongkok Menyoroti Kemerosotan Moral yang Serius
• 3 jam lalu
0
thumb
Eks Kadiv Hubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal, Kuasa Hukum Sebut karena Sakit
• 17 jam lalu
0
thumb
BP BUMN Dorong Kesiapan KDKMP melalui Kolaborasi Lintas Sektor
• 7 menit lalu
0
Berhasil disimpan.