Eks Kadiv Hubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal, Kuasa Hukum Sebut karena Sakit

kompas.tv
5 jam lalu
Cover Berita
Arsip. Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte saat menjalani sidang putusan kasus dugaan penganiayaan terhadap M Kace di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (15/9/2022). Napoleon Bonaparte dikabarkan meninggal dunia karena sakit Minggu (18/10/2026). (Sumber: ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Eks Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri, Irjen (Purn) Napoleon Bonaparte dikabarkan meninggal dunia karena sakit.

Informasi tersebut disampaikan kuasa hukum Napoleon, Putri Maya Rumanti dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).

"(Meninggal karena) sakit," ujar Putri.

Baca Juga: Napoleon Bonaparte Divonis Hukuman 5,5 Bulan Penjara Terkait Kasus Penganiayaan Mohamad Kace

Dia menyampaikan, Napoleon mengembuskan napas terakhir pada Minggu siang pukul 10.32 WIB.

Jenazah Napoleon rencananya akan dimakamkan di Cikeas, Jawa Barat, Senin (19/10/2026).

Sebelum mengemban tugas sebagai Kadiv Hubinter, Napoleon Bonaparte sempat menjabat sebagai Kepala Bagian Kerja Sama Konvensional Sekretariat NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri.

Dia juga pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal (Reskrim) Polda Sumatera Selatan, serta Direktur Reskrim Polda DI Yogyakarta.

Selain itu Napoleon juga tercatat sempat menduduki sejumlah jabatan lain di Bareskrim Polri.

Baca Juga: Irjen Napoleon Bonaparte Bebas Bersyarat sejak April 2023, Ini Perjalanan Dua Kasus yang Menjeratnya

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV/Antara.

Tag
  • Eks Kadiv Hubinter Polri
  • Napoleon Bonaparte
  • Napoleon Bonaparte meninggal
  • sakit
  • kuasa hukum
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Demo di Paris Berujung Ricuh-Penjarahan, Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Terlibat | KOMPAS MALAM
• 3 jam lalu
0
thumb
PM Malaysia akui kesungguhan pemerintah RI atasi karhutla
• 2 jam lalu
0
thumb
Transaksi TEI 2026 Tembus 22,94 Miliar USD, Apa Saja Penyumbang Terbesar?
• 1 jam lalu
0
thumb
Pabrik Tramadol dan Hexymer Produksi 8 Juta Butir per Hari Digerebek di Bizpark Bandung
• 1 jam lalu
0
thumb
UNICEF: Lebih dari 340 Anak Tewas di Gaza Sejak Gencatan Senjata
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.