UNICEF: Lebih dari 340 Anak Tewas di Gaza Sejak Gencatan Senjata

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Anak-anak Palestina yang kehilangan kaki setelah terluka dalam perang antara Israel dan Hamas mengikuti latihan berenang yang diselenggarakan organisasi Heal Palestine di sebuah kolam renang di Khan Younis, Jalur Gaza, Rabu (19/8/2026). (Sumber: AP Photo/Abdel Kareem Hana)

JENEWA, KOMPAS.TV – Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) melaporkan lebih dari 340 anak tewas dan ratusan lainnya terluka di Jalur Gaza sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025.

Juru Bicara UNICEF, Ricardo Pires, mengatakan serangan Israel masih terjadi meski gencatan senjata telah diberlakukan. Kondisi tersebut memperburuk situasi kemanusiaan yang dihadapi anak-anak di tengah blokade di wilayah tersebut.

Dalam konferensi pers di Kantor PBB di Jenewa, Jumat (16/10/2026), Pires menyebut serangan selama dua pekan terakhir telah menewaskan lima anak laki-laki dan dua anak perempuan. Sedikitnya 33 anak lainnya mengalami luka serius.

Selain itu, dua anak dilaporkan meninggal akibat luka yang mereka alami.

Pires mengatakan sekitar 800.000 anak di Gaza masih mengungsi. Sebagian besar dari mereka tinggal di tenda-tenda atau bangunan yang rusak akibat pengeboman.

Sekitar 60.000 anak juga kehilangan salah satu atau kedua orang tua mereka selama perang berlangsung atau sejak gencatan senjata diberlakukan. Hampir seluruh anak di Gaza membutuhkan dukungan kesehatan mental untuk membantu pemulihan dari dampak perang.

Seperti dikutip dari ANTARA, anak-anak di Gaza kini menghadapi musim dingin keempat di tengah kondisi yang mengancam keselamatan dan kelangsungan hidup mereka.

Baca Juga: Israel Akan Setop Pasokan Barang Komersial ke Gaza, Warga Terancam Krisis Pangan

Meski gencatan senjata membawa perbaikan terbatas pada ketahanan pangan, namun dampak perang masih dirasakan di berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Di bidang pendidikan, lebih dari 560.000 anak telah kembali belajar sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025. Kegiatan belajar tersebut mencakup lebih dari 200 pusat pembelajaran yang didukung UNICEF.

Namun, Pires menyoroti masih banyak layanan penting di Gaza yang belum beroperasi. Sementara itu, dana kemanusiaan yang tersedia masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduk.

PBB Dukung Evakuasi Medis dari Gaza

Secara terpisah, Juru Bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tarik Jašarević, mengatakan satu evakuasi medis di Gaza telah dilaksanakan pada 12 Oktober 2026.

Ia menegaskan PBB terus berkomitmen mendukung evakuasi medis agar pasien dapat memperoleh perawatan khusus yang tidak tersedia di Jalur Gaza.

Baca Juga: PBB: Hampir 50.000 Wanita dan Anak Perempuan Tewas atau Terluka Parah di Gaza

Gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku pada Oktober 2025 setelah perang Israel-Hamas yang pecah pada 7 Oktober 2023. Meski kesepakatan tersebut menghentikan operasi militer skala besar dan meningkatkan akses bantuan kemanusiaan, serangan masih terjadi di Jalur Gaza.

Seperti dikutip dari Associated Press, lebih dari 1.400 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata diberlakukan, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Sebagian besar wilayah Gaza juga masih mengalami kehancuran luas, sementara sekitar dua juta penduduknya menghadapi kondisi hidup yang sulit dan banyak di antaranya tinggal di tenda atau bangunan yang rusak. 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti

Sumber : ANTARA, The Associated Press

Tag
  • unicef
  • anak
  • tewas
  • gaza
  • gencatan
  • senjata
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Media Houthi Sebut Serangan Saudi Tewaskan 9 Orang di Yaman Utara
• 2 jam lalu
0
thumb
ISEF 2026 Dikunjungi 93 Ribu Orang, Catatkan Kesepakatan Bisnis Rp3,2 Triliun
• 4 jam lalu
0
thumb
Digerebek, Pria 27 Tahun Ditangkap, Ganja, Airsoft Gun & Sangkur Ditemukan
• 3 jam lalu
0
thumb
Jepang Siapkan Misi Bersejarah ke Phobos, Wahana Antariksa Akan Bawa Sampel Bulan Mars ke Bumi pada 2032
• 2 jam lalu
0
thumb
Kasus Tewasnya Bharada Valdo di Mako di Mako Polairud Tangsel, Satu Tersangka Ditahan
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.