Liputan6.com, Bekasi- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menilai Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, tetapi juga berkembang sebagai model pendidikan sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat untuk memutus rantai kemiskinan.
Hal tersebut disampaikan Muhaimin saat memberikan sambutan dalam Malam Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 yang digelar oleh Kementerian Sosial di Sekolah Rakyat Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Advertisement
Menurut Muhaimin, Sekolah Rakyat merupakan gagasan dan terobosan Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat paling miskin, khususnya mereka yang selama ini belum tersentuh oleh berbagai kebijakan negara atau the invisible people.
Ia mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat memberikan inspirasi baru bahwa pendidikan harus ditempatkan sebagai salah satu instrumen utama dalam mengatasi kemiskinan sekaligus membangun masa depan bangsa.
“Hari ini kita semua telah menyaksikan Sekolah Rakyat yang didesain sejak awal benar-benar menjangkau masyarakat miskin, terutama yang tidak terjangkau kebijakan, the invisible people,” ujar Muhaimin.
Ia juga menjelaskan bahwa kehadiran program Sekolah Rakyat memberikan inspirasi baru bahwa pendidikan harus ditempatkan sebagai salah satu faktor utama dalam mengatasi kemiskinan sekaligus membangun masa depan anak-anak bangsa.
“Sekolah Rakyat hari ini telah hadir mewarnai dan memberi inspirasi kita semua untuk terus meletakkan pendidikan sebagai pemutus mata rantai kemiskinan, membawa masa depan yang lebih baik dan insyaallah membawa kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin secara khusus memberikan apresiasi kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul beserta jajarannya yang dinilai berhasil menerjemahkan arahan Presiden menjadi sebuah model pendidikan yang semakin matang.





Komentar (0)