Sosok Bharada Valdo di Mata Orang Tua: Suka Membantu, Tulang Punggung Keluarga

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bagi Antonius Fernandez dan Ester Ida Seran, kehilangan Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai bukan sekadar kehilangan seorang anak. Ia juga kehilangan putra tunggal yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga dan dikenal sebagai sosok yang suka membantu serta mudah bergaul.

Valdo, anggota Polisi Air dan Udara (Polairud) Baharkam Polri asal Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas ditembak di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10).

Jenazah Valdo tiba di Bandara Gewayantana, Larantuka, pada Sabtu siang menggunakan pesawat Polri Casa P-4101. Ribuan warga memadati bandara untuk menyambut kepulangan almarhum sekaligus memberikan penghormatan terakhir.

Di tengah suasana duka, Antonius dan Ester tak kuasa menahan tangis saat melepas kepergian putranya. Valdo merupakan satu-satunya anak laki-laki dari tiga bersaudara. Selama ini, ia juga menjadi tumpuan keluarga.

“Dia anak yang suka membantu dan mudah bergaul. Sudah enam tahun tujuh bulan ia bertugas di sana. Dia tulang punggung keluarga,” ujar Antonius dengan suara serak dan mata berkaca-kaca.

Bagi keluarga, kepergian Valdo menyisakan duka mendalam. Namun, di balik kesedihan itu, Antonius dan Ester juga menyimpan harapan agar kematian putranya diusut secara tuntas.

Ia meyakini kematian Valdo merupakan pembunuhan berencana. Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum mengungkap perkara tersebut secara transparan dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku jika terbukti bersalah.

“Ini pembunuhan berencana. Saya mohon kasus ini diselidiki secara transparan dan pelaku dihukum seberat-beratnya,” tegasnya.

Ester mengatakan keluarga telah menyerahkan penanganan hukum kasus tersebut kepada kuasa hukum mereka, Petrus Bala Pationa. Ia menyebut keluarga telah menerima sejumlah informasi dan keterangan serta melihat bukti-bukti terkait kasus tersebut.

“Kami telah menerima informasi, keterangan, serta melihat bukti-bukti yang ada. Kuat dugaan, anak kami dibunuh oleh juniornya sendiri,” ungkap Ester.

Meski kehilangan putra yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga, Ester menyatakan tetap menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang. Ia berharap perkara tersebut dapat ditangani secara adil dan transparan.

“Proses hukumnya terus berjalan, kami serahkan kepada pihak berwenang,” katanya.

Di tengah duka yang menyelimuti keluarga, Ester dan Antonius juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu proses pemulangan jenazah Valdo dari Jakarta ke Larantuka hingga akhirnya dapat dimakamkan di tanah kelahirannya.

“Kami berterima kasih kepada teman-teman yang turut mengambil bagian, mulai dari Jakarta sampai Larantuka,” pungkasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cek Jadwalnya! Tujuh Perjalanan KRL Lintas Bogor Dibatalkan Hari Ini Senin 19 Oktober 2026
• 16 jam lalu
0
thumb
Di Balik Kemenangan Perdana PSM Makassar dan Menuju Laga Lawan Persebaya, Ada Peran Duo Gelandang Timnas Malaysia dan Indonesia di Piala AFF 2026
• 4 jam lalu
0
thumb
Setop alkohol, bantu jaga daya ingat dan kualitas tidur
• 10 jam lalu
0
thumb
OJK Tegaskan Komitmen Reformasi Pasar Modal dan Sanksi Tegas Transaksi Terkoordinasi
• 17 menit lalu
0
thumb
Nadiem Makarim Ajukan Kasasi Atas Putusan Banding Korupsi Chromebook
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.