HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kemenangan perdana PSM Makassar di Super League 2026/2027 tidak lepas dari kontribusi dua gelandang yang memiliki pengalaman bersama tim nasional masing-masing pada Piala AFF 2026.
Dua pemain tersebut adalah Sergio Aguero yang memperkuat Timnas Malaysia dan Rizky Eka Pratama yang menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia dalam ajang Piala AFF 2026.
Keduanya memiliki peran berbeda ketika PSM Makassar mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor 2-1 di Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (16/10/2026).
Sergio Aguero menjadi salah satu sorotan karena pertandingan tersebut sekaligus menandai debutnya bersama PSM Makassar setelah harus menunggu cukup lama akibat cedera.
Pemain berusia 32 tahun itu sebelumnya mengalami cedera hamstring ketika membela Timnas Malaysia pada leg kedua Piala AFF 2026, 19 Agustus lalu.
Cedera tersebut membuat Sergio Aguero harus menepi dan melewatkan empat pertandingan awal PSM Makassar di Super League 2026/2027.
Setelah menjalani proses pemulihan, gelandang bernomor punggung 16 tersebut akhirnya mendapatkan kepercayaan tampil sebagai starter ketika PSM membutuhkan kemenangan untuk mengangkat posisi mereka dari papan bawah klasemen.
Debut Sergio Aguero pun berakhir manis karena PSM berhasil membawa pulang tiga poin dari markas PSIM setelah melalui pertandingan yang berlangsung ketat.
PSM mengakhiri laga dengan kemenangan 2-1 sekaligus mendapatkan kemenangan pertama mereka pada kompetisi Super League musim ini.
Tambahan tiga poin tersebut membuat PSM naik ke posisi ke-14 dengan koleksi lima poin, atau berjarak empat poin dari PSIM Yogyakarta yang saat ini berada di posisi ke-16 atau batas teratas zona degradasi.
Dalam pertandingan tersebut, Sergio Aguero dipercaya mengisi lini tengah dan menggantikan peran Ananda Raehan dalam susunan pemain utama PSM.
Berbeda dengan gelandang yang lebih banyak bertugas membangun serangan, Sergio Aguero dimainkan untuk menjaga keseimbangan permainan dan memberikan perlindungan lebih di depan lini pertahanan.
Ia berduet dengan Stefan Jevtoski untuk menjadi penghubung antara lini belakang dan lini tengah sekaligus membantu PSM menjaga struktur permainan ketika mendapatkan tekanan dari PSIM.
Peran tersebut membuat kontribusi Sergio Aguero lebih banyak terlihat dalam fase bertahan dibandingkan ketika PSM menguasai bola untuk membangun serangan.
Berdasarkan catatan statistik pertandingan, Sergio Aguero mencatatkan dua sapuan, tiga kali pemulihan penguasaan bola, serta masing-masing satu blok, intersep dan tekel.
Catatan tersebut memperlihatkan bahwa pemain kelahiran Malaysia tersebut menjalankan fungsi penting sebagai gelandang yang bertugas memutus aliran serangan lawan dan membantu PSM merebut kembali penguasaan bola.
Menariknya, Sergio Aguero mampu menjalankan tugas tersebut dengan disiplin tanpa melakukan pelanggaran yang berujung kartu kuning.
Ia juga tidak tercatat mendapatkan pelanggaran dari pemain PSIM sepanjang pertandingan yang menjadi debutnya bersama PSM Makassar.
Namun, kontribusinya dalam fase menyerang memang belum terlihat maksimal karena Sergio Aguero baru mencatatkan 16 umpan tanpa menghasilkan assist maupun peluang bagi rekan-rekannya.
Ia juga belum mencatatkan tembakan maupun umpan silang dalam pertandingan tersebut, sehingga peran utamanya memang lebih diarahkan untuk menjaga keseimbangan tim.
Situasi berbeda terlihat dari Rizky Eka Pratama yang tampil lebih agresif dan memberikan kontribusi langsung dalam proses terciptanya gol PSM Makassar.
Pemain asal Kabupaten Bone tersebut bahkan dinobatkan sebagai Player of the Match setelah tampil apik sepanjang pertandingan menghadapi PSIM Yogyakarta.
Rizky Eka menjadi salah satu pemain penting dalam kemenangan PSM karena memberikan satu assist untuk gol Stefan Jevtoski yang membantu Pasukan Ramang mengamankan kemenangan 2-1.
Bagi Rizky Eka, kemenangan tersebut terasa sangat penting setelah PSM menjalani empat pertandingan pertama tanpa kemenangan di kompetisi musim ini.
“Sangat bersyukur, alhamdulillah akhirnya kita bisa meraih kemenangan ini,” ujar Rizky Eka setelah terpilih sebagai Player of the Match.
Pemain berusia 26 tahun tersebut menilai hasil positif di Bantul bukan hanya memberikan tambahan tiga poin, tetapi juga menjadi suntikan kepercayaan diri bagi seluruh pemain PSM Makassar.
“Kemenangan yang penting buat kami, tentunya membuat kita bisa lebih percaya diri lagi ke depannya,” tuturnya.
Kepercayaan diri memang menjadi modal penting bagi PSM karena mereka masih harus menjalani perjalanan panjang di kompetisi dan membutuhkan konsistensi agar tidak terus berada di sekitar zona degradasi.
Rizky Eka juga mempersembahkan kemenangan tersebut kepada para suporter dan keluarganya yang terus memberikan dukungan moral kepada dirinya serta rekan-rekan setim.
“Kemenangan ini tentunya buat para suporter dan juga keluarga kami, pasti bikin kita lebih percaya diri buat pertandingan berikutnya,” imbuhnya.
Kemenangan di Bantul sekaligus memberikan perubahan suasana di dalam ruang ganti PSM karena hasil tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan tim mulai menghasilkan poin setelah melewati periode awal musim yang sulit.
Kehadiran Sergio Aguero juga menjadi tambahan penting bagi lini tengah PSM karena pengalaman internasionalnya bersama Malaysia dapat memberikan opsi berbeda bagi pelatih Darije Kalezic dalam mengatur keseimbangan permainan.
Di sisi lain, performa Rizky Eka memperlihatkan bahwa pemain lokal PSM juga mampu menjadi pembeda ketika mendapatkan ruang untuk tampil maksimal di pertandingan penting.
Kombinasi keduanya menunjukkan dua sisi berbeda dalam permainan PSM, yakni Sergio Aguero yang memberikan perlindungan di area tengah dan Rizky Eka yang lebih aktif membantu menciptakan ancaman ke pertahanan lawan.
Keduanya juga membawa pengalaman dari panggung internasional setelah sama-sama menjadi bagian dari tim nasional pada Piala AFF 2026, meskipun membela negara yang berbeda.
Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah bagi PSM ketika membutuhkan pemain yang mampu menghadapi tekanan pertandingan dan menjaga fokus dalam situasi sulit.
Bagi Rizky Eka, kemenangan atas PSIM harus menjadi awal dari kebangkitan PSM dan bukan sekadar hasil positif yang berhenti pada satu pertandingan.
Ia berharap seluruh pemain mampu mempertahankan semangat dan kerja keras yang ditunjukkan ketika menghadapi PSIM agar tren positif dapat berlanjut pada pertandingan berikutnya.
“Kalau kita memberikan segalanya seperti di pertandingan ini, kita bisa menjaga tren positif,” ucapnya.
Ujian berikutnya bagi PSM sudah menanti karena Pasukan Ramang akan menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora BJ Habibie pada Kamis (22/10/2026).
Pertandingan tersebut akan menjadi tantangan lebih berat karena Persebaya merupakan salah satu tim yang memiliki ambisi besar di Super League musim ini dan akan tampil di hadapan pendukungnya.
Namun, kemenangan atas PSIM memberikan modal penting bagi PSM untuk menghadapi pertandingan tersebut dengan kondisi mental yang lebih baik.
Jika Sergio Aguero mampu terus meningkatkan kontribusinya setelah debut dan Rizky Eka mempertahankan performa seperti ketika menghadapi PSIM, PSM memiliki peluang untuk membangun fondasi permainan yang lebih solid.
Kemenangan perdana akhirnya bukan hanya tentang tiga poin bagi PSM Makassar, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan yang lahir dari kontribusi dua gelandang dengan pengalaman tim nasional di Piala AFF 2026.






Komentar (0)