IHSG Anjlok ke Level Lebih Rendah dari 2016, Market Cap Susut 45,5% Ytd

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini anjlok lebih dari 5% ke level 4.900-an. Angka itu lebih rendah dari level IHSG ketika ditutup sepuluh tahun silam, yakni di level 5.296 pada 2016.

Anjloknya IHSG hari ini sebagai efek lanjutan dari pengumuman MSCI yang membuka konsultasi untuk menurunkan status pasar saham Indonesia ke pasar mandiri atau standalone market.

Berdasarkan data bursa pada perdagangan Senin (19/10) pukul 9.35 WIB, volume perdagangan mencapai 11,6 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 6,42 triliun. Adapun kapitalisasi pasar atau market cap menyentuh Rp 8.726 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai Rp 464 ribu kali transaksi.

Jika ditarik dari nilai kapitalisasi pasar BEI pada Januari tahun ini sebesar Rp 16.014 triliun, artinya, kapitalisasi pasar telah menguap Rp 7.288 triliun atau anjlok 45,51%. 

Saham-saham bank jumbo seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok dalam dan bahkan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). Saham BBCA melemah 6,86% ke level Rp 4.820; PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) merosot 5,68% ke Rp 2.490; PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 3,54% ke Rp 3.280 dan; PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) anjlok 3,37% ke level Rp 2.880.

Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan ke level 5.020, bahkan lebih buruk ke level 4.808. Sebab pada penutupan perdagangan sebelumnya, Jumat (16/10), IHSG telah mengonfirmasi pergerakan wave v seiring penembusan di bawah fraktal 5.317 yang merupakan akhir wave iii sebagai tren turun terdahulu. 

Level support IHSG berada di 5.020, 4.895 dan 4.767, sementara level resisten berada di 5.500, 5.800 dan 6.216. “Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” kata Ivan dalam keterangannya dikutip pada Senin (19/10).

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sementara area resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Syahrini Comeback Gelar Konser, Harga Tiket Termahal Tembus Rp35 Juta
• 47 menit lalu
0
thumb
Penghuni LQ45 BBCA,TLKM hingga UNVR Sentuh ARB setelah BEI Ubah Batas Jadi 7%
• 1 jam lalu
0
thumb
Kasus Dugaan Suap HGB di Bogor, Publik Soroti Menteri Nusron Wahid Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK
• 13 jam lalu
0
thumb
Polda Kalteng Ungkap 130 Laporan Karhutla, 43 Orang Jadi Tersangka
• 4 jam lalu
0
thumb
Pengalaman Baru Yumar Mengajar Matematika di Sekolah Rakyat Bekasi
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.