Menhaj mengingatkan jamaah haji untuk mempersiapkan kondisi kesehatan sejak dini sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
IDXChannel - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan jamaah haji untuk mempersiapkan kondisi kesehatan sejak dini sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Menurutnya, kesiapan berhaji tidak cukup hanya dengan melunasi biaya perjalanan, tetapi juga harus memenuhi persyaratan kesehatan agar ibadah dapat dijalankan dengan aman.
Pada penyelenggaraan haji tahun sebelumnya, sebanyak 345 jamaah yang telah tiba di embarkasi dinyatakan tidak laik terbang. Kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya mempersiapkan kesehatan jauh sebelum jadwal keberangkatan.
“Jamaah harus mempersiapkan diri sejak sekarang. Kesehatan dijaga, manasik diikuti dengan baik. Jangan sampai ketika sudah tiba waktunya berangkat, ternyata kondisi kesehatan tidak memungkinkan,” ujar Menhaj dalam keterangannya, dikutip Senin (19/10/2026).
Menurut Menhaj, angka jamaah yang tidak laik terbang tersebut menjadi pengingat bahwa kesiapan kesehatan tidak dapat ditunda hingga menjelang keberangkatan. Pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kondisi jamaah dapat dipantau sejak awal.
Haji merupakan ibadah yang menuntut ketahanan fisik. Jamaah harus menjalani perjalanan panjang, berpindah antarlokasi, serta melaksanakan rangkaian ibadah dalam kondisi cuaca dan lingkungan yang berbeda dari Indonesia. Karena itu, istitaah kesehatan menjadi bagian penting dari perlindungan jamaah.
Menhaj meminta jamaah mengikuti pemeriksaan kesehatan, mematuhi anjuran tenaga medis, dan memanfaatkan manasik untuk memahami tata cara ibadah sekaligus mempersiapkan diri menghadapi situasi selama berada di Arab Saudi.
“Kita ingin jamaah berangkat dalam kondisi sehat dan siap menjalankan ibadah. Jangan hanya memikirkan keberangkatan, tetapi persiapkan juga kemampuan fisik dan pemahaman manasiknya,” kata Menhaj.
Pemerintah juga akan menyampaikan informasi resmi mengenai tahapan persiapan penyelenggaraan haji berikutnya. Jamaah diminta mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah agar dapat mempersiapkan diri sesuai ketentuan.
“Bagi Kemenhaj, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak semata-mata diukur dari jumlah jamaah yang diberangkatkan. Kesiapan mereka menjalankan ibadah dengan aman, sesuai ketentuan, dan dengan kondisi kesehatan yang memadai juga menjadi bagian penting dari upaya perlindungan jamaah,” kata dia. (Febrina Ratna Iskana)






Komentar (0)