Fenomena Double Job, Siasat Kelas Menengah agar Tak Jatuh Miskin

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Tim Medsos Liputan6.com baru saja mengunggah jajak pendapat di Instagram terkait fenomena double job atau kerja sampingan, yang belakangan jadi satu mekanisme cara bertahan hidup kelas menengah Indonesia in this economy. Tiga pertanyaan mendasar disebar untuk meng-grabbing isu tersebut, yang intinya untuk mencari tahu mengapa orang-orang saat ini bekerja sampingan dan apa dampak yang paling dirasakan dari pilihan itu.

Hasilnya? Sudah bisa ditebak. Sebanyak 34% responden menjalani kerja sampingan karena terdesak kebutuhan ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga responden mengambil pekerjaan sampingan bukan sebagai pilihan gaya hidup, melainkan karena tuntutan biaya hidup yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan gaji dari pekerjaan utama.

Advertisement

BACA JUGA: Konsultasi Keuangan: Gaji Selalu Habis Sebelum Akhir Bulan, Apa yang Salah?

Sementara itu, masih dalam jajak pendapat yang sama, sebanyak 87% responden mengaku punya pekerjaan sampingan, atau sedang aktif mencari. Artinya jelas, sebagian besar kelas menengah saat ini merasa perlu punya lebih dari satu sumber penghasilan. Dan hanya 13% masyarakat yang merasa aman hanya dengan mengandalkan satu gaji dari pekerjaan utama.

Ini mengindikasikan tingkat kepuasan terhadap kecukupan upah di kelas pekerja masih sangat rendah.

Sementara dari empat poin alasan mengapa kelas menengah perlu mencari pekerjaan sampingan, jawaban yang paling banyak adalah pemenuhan biaya hidup (41%), gaji di pekerjaan utama stagnan (28%), takut terkena PHK (18%), dan sekadar mengembangkan passion (13%). Dari temuan itu secara umum dapat disimpulkan faktor ekonomi menjadi pendorong utama seseorang perlu punya pekerjaan sampingan. Angka ini menegaskan lagi bahwa bagi sebagian besar kelas menengah, penghasilan dari satu pekerjaan saja secara riil tidak cukup lagi untuk memenuhi biaya hidup selama sebulan.

Gaji yang stagnan menjadi alasan kedua terbesar mengapa seseorang perlu punya kerja sampingan. Saat terjadi inflasi yang menyebabkan harga kebutuhan pokok ikut merangkak naik, sementara gaji segitu-gitu saja bahkan malah dipotong untuk membayar utang, mencari kerja tambahan walau lelah tetap dilakukan, karena hanya itu satu-satunya jalan untuk menjaga dapur tetap ngebul.

Ketidakpastian ekonomi yang dapat dilihat dari makin banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK), jadi motivasi lainnya mengapa seseorang mencari pemasukan tambahan.

Tidak melulu formal, pemasukan tambahan yang dimaksud bisa juga didapat dari bekerja serabutan, berdagang, dan lain sebagainya. Hal ini mencerminkan, in this economy, saat industri lesu dan PHK marak, orang-orang merasa perlu memiliki sumber pendapatan alternatif untuk berjaga-jaga. Sisanya, hanya 13% kelas menengah yang merasa kerja sampingan hanya untuk pemenuhan passion.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Trump Cabut Sanksi Minyak Rusia agar Putin Tak Bantu Iran Lawan AS
• 1 jam lalu
0
thumb
Mau Beli Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian? Simak Daftar Harganya
• 36 menit lalu
0
thumb
Filosofi Teduh gandeng Nowela rilis lagu Natal “Christmas Corazon”
• 14 jam lalu
0
thumb
Ruben Onsu Bantah Dugaan Pencabulan Sesama Jenis, Minola Sebayang Soroti Video Call
• 14 jam lalu
0
thumb
Perjuangan Tuntas di Copa das Nacoes 2026, FFI Apresiasi Dukungan PSSI dan Kemenpora
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.