Tuntas Perjuangan di Copa das Nacoes 2026, FFI Apresiasi Dukungan PSSI dan Kemenpora

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sekretaris Jenderal Federasi Futsal Indonesia (FFI) Budi Setiawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PSSI serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) atas dukungan terhadap pengembangan futsal nasional. Dukungan tersebut mencakup program pembinaan hingga pendanaan untuk meningkatkan daya saing timnas di level internasional.

Apresiasi itu disampaikan Budi setelah perjuangan Timnas Futsal Putra Indonesia berakhir di Copa das Nacoes de Futsal 2026 yang berlangsung di Sao Jose dos Pinhais, Parana, Brasil, pada 12–18 Oktober 2026.

Baca Juga
  • Timnas Futsal Indonesia Matangkan Persiapan Menuju Copa das Nacoes 2026
  • Futsal Ambassador Cup 2026 Jadi Ajang Silaturahmi Diaspora Indonesia di Jepang
  • Hector Souto Berharap Pemain Futsal Indonesia Dilirik Klub Spanyol

Turnamen yang diikuti enam negara tersebut merupakan bagian dari program pengembangan Timnas Futsal Indonesia untuk meningkatkan daya saing internasional sekaligus mendukung ambisi menembus peringkat 10 besar dunia.

Namun, Indonesia belum mampu memenuhi harapan. Timnas Futsal Putra Indonesia kalah 0-3 dari Brasil dan 0-2 dari Cape Verde pada fase grup sehingga gagal melaju ke semifinal. Dalam pertandingan perebutan posisi kelima, Indonesia kembali menelan kekalahan 1-2 dari Peru. Hasil tersebut membuat Indonesia mengakhiri turnamen di posisi keenam tanpa meraih poin.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Budi mengakui hasil yang diperoleh belum sesuai dengan harapan. Meski demikian, ia menilai keikutsertaan dalam turnamen internasional tetap menjadi bagian penting dari proses pembinaan dan evaluasi untuk membangun tim yang lebih kompetitif.

“Hasil apa pun yang diperoleh ini menjadi bagian pengembangan tim untuk menembus posisi 10 besar dunia. Masih banyak yang perlu dibenahi untuk mendapatkan tim yang diharapkan,” ujar Budi.

Ia menegaskan, pelaksanaan program internasional, termasuk keberangkatan timnas ke Brasil, tidak terlepas dari dukungan PSSI sebagai induk organisasi sepak bola dan futsal nasional serta Kemenpora.

Budi menjelaskan, FFI pada 2026 menerima dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp 20 miliar. Karena itu, setiap program yang menggunakan dana negara harus dilaksanakan sesuai perencanaan, ketentuan anggaran, prosedur, serta administrasi yang berlaku.

“Program ke Brasil ini tidak mungkin terlaksana tanpa adanya dukungan penuh dari PSSI sebagai induk organisasi sepak bola dan futsal, dan juga Kemenpora. Futsal (FFI) pada tahun ini mendapatkan dana APBN sekitar Rp 20 miliar, dan keberangkatan ke Brasil ini adalah bagian dari penggunaan uang APBN yang harus kami pertanggungjawabkan, baik secara perencanaan program maupun penggunaan uangnya,” jelas Budi.

Ia menambahkan, pertanggungjawaban tersebut juga mencakup kesesuaian mata anggaran dan realisasi, prosedur, tata cara, administrasi, serta pencapaian hasil dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan.

Budi secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga, serta Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi atas dukungan kepada FFI.

“Secara tulus dan terbuka kami (FFI) berterima kasih kepada Pak Erick Thohir sebagai Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI yang selalu mendukung, baik secara moral, program, dan khususnya pendanaan. Juga Sekjen PSSI Pak Yunus Nusi yang membantu dalam pendampingan proses administrasi APBN futsal di PSSI,” tambahnya.

Budi mengungkapkan, PSSI dan Kemenpora juga telah mengingatkan FFI mengenai kewajiban menyampaikan rencana program kerja dan anggaran, khususnya yang berkaitan dengan tim nasional, baik yang bersumber dari APBN maupun non-APBN.

Menurut dia, sebagai asosiasi anggota PSSI yang menerima dukungan pendanaan secara langsung maupun tidak langsung, FFI berkewajiban menyampaikan rencana program dan anggaran secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.

“PSSI dan Kemenpora telah mengingatkan kami agar menyerahkan seluruh program dan anggaran, khususnya untuk tim nasional, baik yang menggunakan APBN maupun non-APBN. Secara organisasi, FFI sebagai asosiasi anggota PSSI wajib menyerahkan rencana program kerja dan anggaran yang diminta oleh PSSI, karena FFI menerima dana dari PSSI, baik secara langsung maupun tidak langsung,” tegasnya.

Ia menilai, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya reformasi tata kelola organisasi futsal nasional. Dengan tata kelola yang lebih baik, dukungan pemerintah dan PSSI diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program pembinaan yang terukur, transparan, dan dievaluasi secara berkelanjutan.

“Ini bagian dari reformasi tata kelola organisasi futsal yang selama ini belum berjalan lancar dan optimal,” pungkas Budi. 

View this post on Instagram

A post shared by Timnas Futsal Indonesia (@timnasfutsal)

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming BRI Super League di Vidio: Persebaya Surabaya Vs PSS Sleman
• 4 jam lalu
0
thumb
Royal Enfield Rilis Hypershift Classic 650 Edisi 125 Tahun, Harga Rp268 Juta
• 6 jam lalu
0
thumb
Keluh Pedagang Spare Part di Senen Jaya: Tempat Baru, Pendapatan Nol Rupiah
• 6 jam lalu
0
thumb
Kasus Korupsi, KPK Ungkap Telah Geledah Ruangan Kepala BNPB Suhartono Usai
• 6 jam lalu
0
thumb
7 Perjalanan KRL Lintasan Bogor-Jakarta Dibatalkan pada 19 Oktober 2026, Catat Jamnya
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.