Gedung Senen Jaya sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat spare part mobil, tepatnya di blok 4 dan 5. Sekitar tahun 2022, para pedagang dipindahkan ke blok 1 dan 2 yang ternyata membuat penjualan mereka turun drastis.
Hal itu diungkapkan oleh Yusri, pedagang di toko New Budhi Honda. Menurutnya, ketika berada di blok 4 dan 5 masih ada penjualan dalam satu hari, meski jumlahnya sedikit. Berbeda saat berada di blok 1 dan 2 yang belum tentu ada penjualan dalam satu hari.
"Belum tentu ada penjualan, agak sedikit mendingan di tempat lama. Itu juga bengkel-bengkel yang ada mobil langganan mereka dari lama. Nggak nutup pendapatan buat bayar sewa toko," katanya saat ditemui kumparan di area rooftop Gedung Senen Jaya Blok 1 dan 2, belum lama ini.
Ia menilai, lokasi senta onderdil mobil terpencar di Jakarta menjadi penyebab lain sehingga pembeli berputar ke banyak tempat. Yusri menyarankan agar setiap pedagang dikumpulkan dalam sebuah tempat.
Pengalaman serupa turut dirasakan Alwi, pemilik toko Fajar Aksesoris. Ia berjualan dari Senin-Sabtu, tapi penjualan bisa dibilang hanya ada per tiga hari. Menurutnya, perbedaan di tempat baru dan lama sangat signifikan.
"Saya sudah 20 tahun jualan di blok 4. Dari pertama kali buka belum pernah nggak ada penjualan, bukan penjualan turun lagi. Kondisi ekonomi juga bikin pengaruh," kata Alwi.
Ia pun membandingkan penjualan di lokasi terbaru dengan saat pertama kali berdagang di tempat lama. Dulu pendapatan Alwi setiap hari bisa sekitar Rp 150 ribu, kini dalam setiap harinya belum tentu ada pemasukan.
Alwi berpendapat, posisi senta otomotif yang berada di atas alias rooftop kurang strategis. Hal ini membuat sebagain pembeli malas naik ke atas, termasuk para langganan di tokonya yang hampir semuanya lenyap.
"Yang bikin saya heran itu langganan pada hilang semua. Bukannya ada kenaikan, tapi penurunan, jauh sekali sama blok 5. Saya sudah berhentikan tiga karyawan, dulu total ada empat sekarang sisa satu saja. Saya sudah tekor tiga tahun," tutup Alwi.






Komentar (0)