Surabaya (ANTARA) - Pelatih De Red FC Aji Santoso menyebut gol cepat Barito Putera mempengaruhi mental pemainnya, sekaligus menjadi penyebab kekalahan 2-0 pada pertandingan pekan keenam Grup Timur Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Jawa Timur, Minggu malam.
"Malam hari ini, kami tidak didampingi keberuntungan. Pada menit-menit pertama kami terkena penalti, itu yang membuat pemain sedikit down," kata Aji saat konferensi pers setelah pertandingan.
Selain itu, menurut dia, kegagalan mengeksekusi penalti pada babak kedua untuk memperkecil ketertinggalan, turut mempengaruhi mental pemain sehingga kesulitan bangkit untuk mengejar ketertinggalan.
Dia menilai sejumlah pemain yang mendapat kepercayaan melawan Barito Putera belum mampu menunjukkan performa maksimal sehingga permainan De Red FC tidak sesuai dengan karakter yang selama ini dibangun.
Baca juga: Barito Putera cetak kemenangan 2-0 di kandang De Red FC
Kondisi tersebut, lanjut Aji, menjadi bahan evaluasi, terutama karena De Red FC belum pernah meraih kemenangan dalam pertandingan kandang pada awal musim ini, meskipun mampu mengumpulkan empat poin dari dua pertandingan tandang.
Selanjutnya, pelatih asal Malang itu akan berupaya memperkuat mental pemain terutama saat bermain di kandang, termasuk mempertimbangkan perubahan komposisi pemain dan formasi untuk memperbaiki penampilan tim pada pertandingan berikutnya.
"Itu tentu menjadi tugas berat bagi saya bagaimana pemain bisa cepat mentalnya ketika main di kandang itu benar-benar bisa kuat," tuturnya.
Sementara itu, pemain De Red FC Supriadi menyampaikan permohonan maaf kepada suporter dan seluruh pihak yang mendukung tim atas kekalahan tersebut.
"Saya sendiri mewakili teman-teman meminta maaf atas kekalahan ini, dan semoga ke depannya bisa tampil lebih baik," kata pemain kelahiran Surabaya itu.
Baca juga: PSPS Pekanbaru tundukkan Persiku Kudus 4-1
"Malam hari ini, kami tidak didampingi keberuntungan. Pada menit-menit pertama kami terkena penalti, itu yang membuat pemain sedikit down," kata Aji saat konferensi pers setelah pertandingan.
Selain itu, menurut dia, kegagalan mengeksekusi penalti pada babak kedua untuk memperkecil ketertinggalan, turut mempengaruhi mental pemain sehingga kesulitan bangkit untuk mengejar ketertinggalan.
Dia menilai sejumlah pemain yang mendapat kepercayaan melawan Barito Putera belum mampu menunjukkan performa maksimal sehingga permainan De Red FC tidak sesuai dengan karakter yang selama ini dibangun.
Baca juga: Barito Putera cetak kemenangan 2-0 di kandang De Red FC
Kondisi tersebut, lanjut Aji, menjadi bahan evaluasi, terutama karena De Red FC belum pernah meraih kemenangan dalam pertandingan kandang pada awal musim ini, meskipun mampu mengumpulkan empat poin dari dua pertandingan tandang.
Selanjutnya, pelatih asal Malang itu akan berupaya memperkuat mental pemain terutama saat bermain di kandang, termasuk mempertimbangkan perubahan komposisi pemain dan formasi untuk memperbaiki penampilan tim pada pertandingan berikutnya.
"Itu tentu menjadi tugas berat bagi saya bagaimana pemain bisa cepat mentalnya ketika main di kandang itu benar-benar bisa kuat," tuturnya.
Sementara itu, pemain De Red FC Supriadi menyampaikan permohonan maaf kepada suporter dan seluruh pihak yang mendukung tim atas kekalahan tersebut.
"Saya sendiri mewakili teman-teman meminta maaf atas kekalahan ini, dan semoga ke depannya bisa tampil lebih baik," kata pemain kelahiran Surabaya itu.
Baca juga: PSPS Pekanbaru tundukkan Persiku Kudus 4-1






Komentar (0)