Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan perundungan terhadap anak kembali menyita perhatian publik. Zulkarnain Abdil Aziz (10), seorang anak berkebutuhan khusus penyandang Down syndrome dan cerebral palsy asal Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, meninggal dunia dalam peristiwa yang diduga melibatkan teman-temannya.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada 12 September 2026. Kematian Zulkarnain menyisakan duka mendalam bagi keluarga, terlebih setelah muncul sejumlah kejanggalan yang kemudian ditelusuri melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah korban.
Kejadian bermula ketika Zulkarnain berada di teras rumah. Saat itu, sang ayah, Slaras Abdul Wahid, sedang tertidur di dalam kamar, sedangkan ibunya pergi berjualan ke pasar.
- YouTube tvOnenews
Sekitar pukul 09.20 WIB, ibu korban menemukan Zulkarnain dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri di teras rumah. Leher korban ditemukan terjerat tali sepatu.
Kondisi tersebut membuat keluarga mempertanyakan penyebab kematian bocah tersebut. Kecurigaan semakin menguat setelah pihak keluarga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil penyelidikan dan gelar perkara, Polrestabes Surabaya menetapkan seorang anak berinisial K yang berusia 10 tahun sebagai tersangka. Sementara itu, anak berinisial F yang masih berusia 8 tahun tidak dapat ditetapkan sebagai tersangka karena faktor usia.
Ayah Korban Ungkap Hasil Gelar Perkara
Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga, Slaras Abdul Wahid mengungkapkan hasil gelar perkara yang dilakukan terkait kasus kematian anaknya.
Ia menyebut bahwa berdasarkan hasil gelar perkara dan reka adegan, terdapat dugaan tindakan penyiksaan terhadap korban.
"Menurut gelar perkara atau pun reka adegan itu dilakukan penyiksaan itu," ucapnya dilansir dari kanal YouTube tvOneNews.
Slaras juga mengungkapkan kekecewaannya karena, menurut pengakuannya, anak yang telah berstatus tersangka belum ditahan dan masih berada di rumah bersama orang tuanya.
Kondisi tersebut menambah kesedihan sekaligus kepedihan yang dirasakan keluarga korban. Ia mengaku terpukul ketika melihat anak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut masih bebas beraktivitas di lingkungan tempat tinggalnya.
"Tidak ada (pelaku) ditahan, masih bebas di rumah bersama orang tuanya sampai sekarang. Remuk hati saya, nangis hati saya melihat mereka itu, lewat di depan mata saya, nangis, anak saya salah apa?" ucapnya dengan nada lirih.





Komentar (0)