Netanyahu Singgung Indonesia saat Respons Obama, Klaim Israel Bukan Penjajah

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membalas kritik mantan Presiden AS Barack Obama terhadap Israel. Dalam sebuah video yang diunggah di platform X pada hari Jumat (16/10), Netanyahu menyebut Yahudi bukanlah 'penjajah asing'.

"Beberapa waktu lalu, saya mendengar pernyataan yang sangat disayangkan. Pernyataan itu menyebutkan bahwa Israel mencuri tanah dan kehilangan landasan moral," ujar Netanyahu dikutip dari X via Viory.

"Izinkan saya menanggapi hal itu. Bangsa Yahudi bukanlah penjajah asing di tanah leluhur kami. Sejarah kami bukanlah sebuah upaya kolonial. Tanah kami bukanlah tanah curian. Ini adalah tanah air kami," kata dia.

Netanyahu berargumen bahwa Israel bukanlah penghambat perdamaian, tetapi justru sebaliknya. Ia menyalahkan pihak-pihak yang menolak mengakui hak negara Yahudi untuk berdiri.

"Kami bukan orang Belanda di Indonesia. Kami bukan orang Belgia di Kongo. Kami adalah orang Yahudi di Judea," ucapnya.

"Penghambat perdamaian bukanlah Israel. Bukan pula perjuangan kami demi hak untuk tetap ada di negara kami sendiri. Penghambatnya adalah penolakan dari musuh-musuh kami, yang juga merupakan musuh Amerika, untuk mengakui hak bangsa Yahudi untuk memiliki negara sendiri, dalam batas wilayah mana pun," lanjutnya.

Sembari menarik paralel antara ancaman terhadap Israel dan Amerika Serikat, Netanyahu juga menyoroti retorika anti-Israel dan anti-Amerika yang digunakan oleh pihak lawan mereka.

"Itulah sebabnya mereka meneriakkan 'mati untuk Israel', 'mati untuk Amerika'. Kami disebut sebagai 'setan kecil', sementara Anda disebut sebagai 'setan besar'. Kita sedang mempertahankan peradaban kita bersama," katanya.

Netanyahu menutup pernyataannya dengan peringatan agar tidak mengejar perdamaian dengan mengorbankan apa yang ia sebut sebagai kelangsungan hidup negaranya.

"Perdamaian yang dibangun di atas ilusi akan hancur membentur karang realitas Timur Tengah. Israel tidak akan mempertaruhkan kelangsungan hidupnya demi mengakomodasi mereka yang menolak menerima fakta sejarah, menolak hak kami untuk ada, atau berkeinginan untuk memenuhi tuntutan teror," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kehadiran Obama di Belfast pada hari Selasa lalu. Dalam kesempatan itu, mantan presiden AS tersebut mengatakan bahwa orang-orang Yahudi secara historis telah mengalami persekusi dan wajar jika mereka mencari perlindungan.

Namun, ia juga berpendapat bahwa mereka telah "mengambil tanah dari orang lain dan bertindak berlebihan", merujuk pada perlakuan terhadap rakyat Palestina.

Obama juga memperingatkan bahwa Israel berisiko kehilangan posisi moralnya jika terus mengandalkan kekuatan militer dan kendali wilayah, alih-alih memberikan konsesi kepada pihak Palestina. Ia menegaskan bahwa baik pihak Israel maupun Palestina tidak akan pergi ke mana-mana, sehingga kedua belah pihak perlu memikirkan kembali pendekatan mereka demi mencapai perdamaian yang langgeng.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polisi Akan Pulangkan 2 Perundung Bocah Down Syndrome Hingga Tewas di Surabaya
• 6 jam lalu
0
thumb
Pemprov Sumut Lakukan Modifikasi Cuaca, Targetkan Hujan Turunkan Kabut Asap
• 2 jam lalu
0
thumb
Kualitas Udara Memburuk, Siswa TK–SMP di Palu Belajar Daring Selama Tiga Hari
• 6 jam lalu
0
thumb
UAH Sebut Akun Threads-nya Kena Pembatasan Usai Bahas Isu Karthutla
• 4 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Dorong KUR untuk Usaha Nelayan hingga Budidaya Lobster Dioptimalkan
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.