BI Dorong Penguatan Transaksi Mata Uang Lokal di Tengah Ketidakpastian Global

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Destry Damayanti menekankan pentingnya penguatan kerja sama internasional melalui transaksi mata uang lokal di tengah ketidakpastian global.

BI Dorong Penguatan Transaksi Mata Uang Lokal di Tengah Ketidakpastian Global (Foto: dok BI)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mendorong perluasan penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) dalam perdagangan dan investasi internasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Gubernur BI Destry Damayanti menekankan pentingnya penguatan kerja sama internasional melalui transaksi mata uang lokal di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlanjut.

Baca Juga:
Nilai Tukar Rupiah Melemah Hari Ini, BI Pastikan Mekanisme Pasar Berjalan Baik

Hal tersebut disampaikan Destry dalam rangkaian Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, termasuk pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (FMCBG), yang berlangsung pada 12-18 Oktober 2026 di Bangkok, Thailand.

Menurut Destry, penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara dapat mengurangi ketergantungan terhadap mata uang negara ketiga sekaligus menekan risiko akibat fluktuasi nilai tukar global. 

Baca Juga:
Investor Waspadai Arus Keluar Asing dan Tekanan Rupiah akibat Usulan MSCI soal Standalone Market

Perluasan LCT diharapkan membuat transaksi internasional lebih efisien dan meningkatkan ketahanan ekonomi kawasan terhadap tekanan eksternal.

Selain mendorong transaksi mata uang lokal, BI menekankan pentingnya pengembangan sistem keuangan digital yang inovatif dan tepercaya untuk mendukung aktivitas ekonomi lintas negara.

Baca Juga:
Rupiah Sepekan Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Usulan MSCI

Destry mengatakan BI mendukung peta jalan G20 untuk memperbaiki sistem pembayaran lintas negara agar transaksi menjadi lebih cepat, murah, transparan, dan mudah diakses.

"Kami mendukung peta jalan G20 untuk pembayaran lintas negara agar transaksi menjadi lebih cepat, murah, transparan, dan mudah diakses. Perbaikan ini akan memberi manfaat bagi dunia usaha, memfasilitasi perdagangan internasional, serta mendorong inklusi keuangan," tutur Destry, Minggu (18/10/2026).

Sejalan dengan upaya tersebut, BI terus mengembangkan pembayaran QR lintas negara dan memperluas penggunaan mata uang lokal untuk meningkatkan efisiensi transaksi, mendukung perdagangan internasional, serta memperluas inklusi keuangan.

Di dalam negeri, BI juga mendorong perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), terutama di kalangan generasi muda dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemanfaatan QRIS diharapkan membantu UMKM membangun rekam jejak transaksi digital yang dapat menjadi salah satu pertimbangan lembaga keuangan dalam menilai kelayakan akses pembiayaan formal.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pasal ‘Selundupan’ PKPU Terkait Gibran Bakal Dibahas di Rapat Evaluasi Komisi II
• 5 jam lalu
0
thumb
Tonton Langsung IWL, John Herdman Blak-blakan Akui Ingin Putrinya Bisa Bermain di Indonesia
• 17 menit lalu
0
thumb
Kronologi Tawuran di Manggarai hingga Kios Dibakar, 6 Orang Ditangkap
• 37 menit lalu
0
thumb
Sempat Anjlok 11,57%, IHSG Dinilai Masih Akan Rawan Koreksi
• 4 jam lalu
0
thumb
[FULL] Eks Kepala BMKG soal Asap Karhutla Tak Terdeteksi, Apakah Jakarta Sudah Aman? | SAPA MALAM
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.